Polisi evakuasi korban pompong terbalik di perairan Tanjungpinang
Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polresta Tanjungpinang, Polda Kepulauan Riau (Kepri) mengevakuasi tujuh korban kapal kayu atau pompong terbalik di perairan tak jauh ANTARA News kepri 4 ...
Polisi evakuasi korban pompong terbalik di perairan Tanjungpinang
Selasa, 4 Agustus 2026 22:41 WIB
Personel Satpolairud Polresta Tanjungpinang, Polda Kepri mengevakuasi para korban kapal kayu atau pompong terbalik di perairan tak jauh dari pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP), Selasa (4/8/2026). ANTARA/HO-Satpolairud Polresta Tanjungpinang
Tanjungpinang (ANTARA) - Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polresta Tanjungpinang, Polda Kepulauan Riau (Kepri) mengevakuasi tujuh korban kapal kayu atau pompong terbalik di perairan tak jauh dari pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) di daerah setempat.
Kronologis kejadian berawal saat tekong pompong menjemput tujuh orang penumpang kapal ferry di ponton domestik pelabuhan SBP Tanjungpinang, Selasa (4/8), sekitar pukul 14.20 WIB.
"Penumpang tersebut hendak dibawa menuju Kampung Bugis, namun setelah berlayar sejauh 20 meter, pompong terbalik akibat arus gelombang yang memicu pompong hilang kendali dan keseimbangan," kata Kepala Satpolairud Polresta Tanjungpinang Kompol Zubaedah, Selasa sore.
Melihat pompong terbalik, ABK kapal ferry yang bersandar di Pelabuhan SBP langsung berupaya membantu para penumpang dengan melemparkan sejumlah ban pelampung.
Saat itu, kondisi pompong sudah separuh tenggelam, sementara tujuh penumpang berusaha menyelamatkan diri dengan menopang tubuh mereka pada bagian atap dan haluan pompong yang masih timbul di permukaan laut. Mereka terdiri dari lima orang dewasa dan dua anak kecil, masing-masing berusia dua tahun dan lima tahun.
Tak lama kemudian, Satpolairud Polresta Tanjungpinang menggunakan Kapal Gakkum Satpolairud 2004 tiba ke lokasi kejadian usai menerima laporan kejadian itu, lalu mengevakuasi para korban pompong tenggelam tersebut.
Seluruh korban akhirnya berhasil diselamatkan dan dibawa petugas kepolisian ke kantor Karantina Kesehatan Tanjungpinang guna diberikan pertolongan lebih lanjut.
"Semua korban selamat, karena langsung kita berikan pelayanan kesehatan serta pemulihan trauma," ungkapnya.
Setelah itu, lanjut Zubaedah, seluruh korban diantar ke Kampung Bugis menggunakan armada Kapal Gakkum Satpolairud 2004.
Pihaknya turut mengimbau para pengguna maupun jasa transportasi laut untuk lebih berhati-hati sebelum berlayar, mengingat kondisi cuaca belakangan ini cukup ekstrem.
"Perhatikan imbauan BMKG sebelum berlayar, dan jangan lupa siapkan jaket keselamatan untuk menjamin keamanan para penumpang," ujar Kompol Zubaedah.
Sementara itu, salah seorang korban Andri mengapresiasi respon cepat Satpolairud Tanjungpinang terhadap insiden kapal tenggelam tersebut.
Andri beserta istri dan dua anaknya datang ke Tanjungpinang untuk keperluan berkunjung rumah kerabatnya di Kelurahan Kampung Bugis.
"Alhamdulillah, saya dan anak-anak selamat. Kita juga diantar langsung petugas ke Kampung Bugis," ucap Andri.
Pewarta : OGN
Editor:
Ogen
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.