pickleballvnz.com

Polemik Penumpang Telanjang Kaki, Perilaku Paling Dibenci di Pesawat

Jakarta, CNN Indonesia -- Aksi melepas sepatu dan kaos kaki hingga memamerkan kaki telanjang di dalam kabin pesawat terbang menjadi salah satu perilaku paling dibenci oleh mayoritas penumpang penerbangan di sel...

Jakarta, CNN Indonesia --

Aksi melepas sepatu dan kaos kaki hingga memamerkan kaki telanjang di dalam kabin pesawat terbang menjadi salah satu perilaku paling dibenci oleh mayoritas penumpang penerbangan di seluruh dunia.

Meskipun memicu kecaman keras di media sosial akibat dianggap tidak sopan dan mengganggu kenyamanan, kelompok pendukung gaya hidup tanpa alas kaki justru membela diri dan tetap bersikeras enggan mengenakan sepatu saat berada di udara.

Berdasarkan hasil survei Expedia terhadap 18 ribu pelancong global, sebanyak 90 persen responden secara tegas menyatakan bahwa bertelanjang kaki di dalam pesawat sama sekali tidak dapat diterima.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Survei serupa yang dirilis platform Kayak memperlihatkan 76 persen penumpang memilih untuk tidak melihat jari-jari kaki telanjang penumpang lain selama penerbangan berlangsung.

Pilihan Redaksi

Xenofobia kebersihan ini makin dipicu oleh maraknya insiden viral, seperti momen kaki telanjang penumpang belakang yang menyelonong ke sela-sela kursi depan, hingga aksi penumpang kelas satu yang menyandarkan kedua kaki telanjangnya ke dinding kabin.

Kendati mayoritas masyarakat menolak keras tradisi "nyeker" di pesawat, anggota komunitas barefoot di media sosial platform Reddit membagikan berbagai trik agar bisa terbang tanpa alas kaki tanpa memicu kegaduhan.

"Kuncinya adalah jangan meminta izin. Saya mengenakan sandal jepit saat memasuki bandara, melewati pemeriksaan keamanan, lalu melepasnya di terminal. Begitu duduk di kursi pesawat, saya akan melepasnya hingga akhir perjalanan," tulis salah satu anggota komunitas tersebut, seperti dilansir Mirror.

Gaya hidup tanpa alas kaki ini juga didorong oleh keyakinan spiritual serta alasan kesehatan struktur kaki. Kriss Sands, pengelola blog Born to Live Barefoot, menegaskan bahwa penumpang yang memilih bertelanjang kaki tidak merugikan siapapun.

"Secara umum, sebagai orang yang bertelanjang kaki 24 jam penuh, satu-satunya alasan saya mengenakan sepatu adalah jika ada bahaya langsung yang dapat merusak kaki saya, seperti cuaca ekstrem atau bahan kimia berbahaya," tulis Kriss.

Dari segi regulasi, tiga maskapai besar Amerika Serikat-American Airlines, Delta, dan United Airlines-secara eksplisit mencantumkan hak untuk menolak atau mengeluarkan penumpang tanpa alas kaki dari pesawat.

Namun, beberapa maskapai Eropa dan internasional seperti Air France, Lufthansa, hingga Qantas dilaporkan tidak mencantumkan aturan larangan bertelanjang kaki secara spesifik dalam syarat penerbangan mereka.

(wiw)