pickleballvnz.com

Polda Papua bersama OJK edukasi masyarakat antisipasi penipuan daring

Polda Papua bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Papua mengedukasi masyarakat untuk meningkatkan literasi digital sebagai upaya mengantisipasi maraknya penipuan daring yang terus ANTARA News papua 7 ...

Polda Papua bersama OJK edukasi masyarakat antisipasi penipuan daring

Jumat, 24 Juli 2026 11:36 WIB

Image Print

Suasana Dialog Interaktif Polisi Menyapa dengan tema "Cerdas Literasi Digital untuk Mengantisipasi Penipuan Online" bertempat di Kota Jayapura,Papua, Kamis (23/7/2026). (ANTARA/HO- Polda Papua)

Jayapura (ANTARA) - Polda Papua bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Papua mengedukasi masyarakat untuk meningkatkan literasi digital sebagai upaya mengantisipasi maraknya penipuan daring yang terus berkembang dengan berbagai modus.

Kasubbid I Direktorat Siber Polda Papua Kompol I Wayan Laba mengatakan Direktorat Siber Polda Papua hampir setiap hari menerima laporan masyarakat terkait kasus penipuan daring dengan korban berasal dari berbagai kalangan.

"Para pelaku kejahatan siber terus mencari cara baru untuk menipu korbannya. Karena itu masyarakat harus lebih teliti dan menjaga kerahasiaan data pribadi," kata Wayan usai menghadiri Dialog Interaktif Polisi Menyapa dengan tema "Cerdas Literasi Digital untuk Mengantisipasi Penipuan Online di Jayapura, Kamis.

Menurut Wayan, Polda Papua meminta agar masyarakat harus lebih waspada dan tidak mudah mempercayai pesan maupun telepon dari pihak yang tidak dikenal, serta tidak memberikan data pribadi seperti PIN, kata sandi, maupun kode OTP kepada siapa pun.

"Jadi sejumlah modus yang kerap digunakan pelaku, antara lain phishing melalui tautan palsu, penipuan berkedok investasi dan pinjaman daring, hingga romance scam yang memanfaatkan hubungan pertemanan atau percintaan untuk memperoleh uang dari korban," ujarnya.

Wayan menjelaskan pihaknya berharap melalui edukasi tersebut masyarakat bisa semakin memahami pentingnya literasi digital, mampu memverifikasi setiap informasi yang diterima, menjaga kerahasiaan data pribadi, serta segera melapor kepada aparat berwenang apabila menjadi korban atau menemukan indikasi penipuan daring.

Kepala Bagian Pengawasan Perilaku PUJK dan Layanan Manajemen Strategis OJK Papua Viktorinus Donny Fika Permana mengatakan berdasarkan data institusinya, terdapat 703 pengaduan masyarakat Papua terkait penipuan di sektor jasa keuangan selama periode November 2024 hingga Desember 2025.

"Dan modus yang paling banyak dilaporkan meliputi penipuan belanja daring, panggilan palsu, investasi ilegal, hingga pinjaman daring ilegal," katanya.

Menurut Viktorinus, OJK terus melakukan himbauan serta edukasi secara masif agar tidak ada lagi korban dari Papua.

"Kami juga meminta agar masyarakat selalu mengecek legalitas setiap produk atau layanan keuangan sebelum bertransaksi dan tidak mudah tergiur dengan tawaran keuntungan besar dalam waktu singkat," ujarnya.

Pewarta : Qadri Pratiwi
Editor: Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026