pickleballvnz.com

Polda Jateng optimalkan polisi RW deteksi dini kekerasan pada perempuan

Polda Jawa Tengah mengoptimalkan peran polisi RW dalam upaya deteksi diri dugaan tindak pidana kekerasan terhadap perempuan dan anak. Wakapolda Jawa Tengah Brigjen Pol. Latif ANTARA News jateng peristiwa ...

Polda Jateng optimalkan polisi RW deteksi dini kekerasan pada perempuan

Jumat, 21 Agustus 2026 07:15 WIB

Image Print

Wakapolda Jatemg Brigjen Pol. Latif Usman. ANTARA/HO-Humas Polda Jateng

Semarang (ANTARA) - Polda Jawa Tengah mengoptimalkan peran polisi RW dalam upaya deteksi diri dugaan tindak pidana kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Wakapolda Jawa Tengah Brigjen Pol. Latif Usman di Semarang, Kamis, mengatakan, sejumlah langkah pencegahan kekerasan perempuan dan anak telah dilakukan Polda Jawa Tengah.

Selain polisi RW, kata dia, Bhabinkamtibmas juga memiliki peran penting dalam upaya deteksi dini kekerasan terhadap perempuan dan anak.

"Pencegahan harus dilakukan sejak dini dengan membangun kepedulian bersama, termasuk memperkuat kehadiran polisi di lingkungan masyarakat dan satuan pendidikan," katanya.

Di lingkungan sekolah, kata dia, Polda Jawa Tengah juga menjalankan berbagai program seperti "Police Goes to School", Polisi Sahabat Anak, penyuluhan anti perundungan serta kampanye pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Langkah tersebut, lanjut dia, diarahkan untuk membangun lingkungan yang aman sekaligus meningkatkan keberanian anak dan masyarakat dalam mengenali serta melaporkan potensi kekerasan.

Menurut dia, Polda Jawa Tengah juga menyediakan kanal pengaduan dan respons cepat melalui layanan 110 dan Command Center dengan tetap memperhatikan kerahasiaan identitas pelapor.

Ia menjelaskan penanganan selanjutnya dilakukan dengan mengedepankan perlindungan dan kepentingan korban serta diperkuat melalui kolaborasi lintas sektoral.

Ia menegaskan perlindungan perempuan dan anak membutuhkan pendekatan yang menyeluruh.

"Deteksi dini, edukasi, kemudahan akses pengaduan, respons cepat, perlindungan korban dan penegakan hukum harus berjalan beriringan dengan penguatan kolaborasi seluruh elemen masyarakat," katanya.

Ia menyebut perlindungan perempuan dan anak bukan hanya tugas Polri, tetapi tanggung jawab bersama agar anak-anak dapat tumbuh dalam lingkungan yang aman, termasuk aman dari paparan kekerasan di ruang digital.

Baca juga: Satpol PP Semarang segel 22 kamar Rusunawa Kudu karena belum bayar tunggakan

Pewarta: Immanuel Citra Senjaya
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.