pickleballvnz.com

PMI Hadirkan Layanan Kemanusiaan Terintegrasi Pascagempa di NTT - ANTARA News Megapolitan

Jakarta (ANTARA) - Palang Merah Indonesia (PMI) menghadirkan layanan kemanusiaan terintegrasi bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Respons PMI tidak hanya berupa bantuan kebutuhan ...

Jakarta (ANTARA) - Palang Merah Indonesia (PMI) menghadirkan layanan kemanusiaan terintegrasi bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Respons PMI tidak hanya berupa bantuan kebutuhan dasar, tetapi juga menyasar keberlangsungan pendidikan, kesiapsiagaan bencana, serta pemulihan psikologis anak-anak.

Layanan tersebut meliputi pendirian tenda belajar, edukasi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), dukungan psikososial atau Psychosocial Support Programme (PSP), serta distribusi bantuan logistik bagi masyarakat terdampak.

Salah satu dukungan tersebut dilakukan PMI di SMP Negeri 8 Komodo, Kabupaten Manggarai Barat. PMI mendirikan tenda belajar untuk mendukung kegiatan belajar mengajar setelah kondisi bangunan sekolah mengalami keretakan akibat gempa.

Kepala SMP Negeri 8 Komodo, Aloysia Moto, mengatakan kondisi psikologis siswa menjadi perhatian utama sekolah setelah gempa.

Sekolah dengan sekitar 140 siswa yang terbagi dalam enam rombongan belajar itu kini kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka. Namun, pascagempa, kegiatan belajar untuk sementara belum dilakukan di dalam ruang kelas dan dialihkan ke tenda belajar serta ruang terbuka yang dinilai lebih aman bagi siswa dan guru.

“Selama masa tanggap darurat, kita lebih mementingkan psikologis anak, terutama rasa ketakutan. Apalagi kita punya lantai dua. Ketika ada getaran, anak mungkin panik dan langsung lari. Ini yang sangat mengkhawatirkan.” kata Aloysia.

Menurut Aloysia, sebelumya proses pembelajaran pascagempa sempat dilakukan secara daring. Namun, pembelajaran tersebut tidak berjalan efektif karena berbagai kendala.

“Pasca gempa, belajar tidak efektif. Siswa sudah belajar secara daring, tetapi tidak efektif karena banyak gangguan. Ada orang tua yang tidak memiliki HP, kemudian tidak ada kuota dan berbagai kendala lainnya.”

Karena itu, keberadaan tenda belajar PMI menjadi dukungan penting bagi sekolah agar siswa dapat kembali belajar bersama guru dan teman-temannya.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada PMI yang sudah menjawab kebutuhan kami saat ini, khususnya untuk warga belajar. Anak-anak membutuhkan ruang untuk kembali belajar dan beraktivitas setelah gempa. Dengan adanya tenda ini, mereka bisa kembali belajar bersama guru dan teman-temannya.”

Aloysia berharap fasilitas belajar sementara yang lebih layak dapat membantu menjaga keberlangsungan kegiatan belajar mengajar selama kondisi sekolah masih dalam proses pemulihan.

“Kita ingin anak-anak memahami bahwa kegiatan belajar tetap bisa berjalan meskipun untuk sementara kita tidak berada di dalam kelas.”

PMI Berikan Edukasi SPAB dan Dukungan Psikososial

Selain itu Setelah tenda belajar didirikan, PMI juga memberikan edukasi dan simulaasi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) kepada para siswa.

Dalam edukasi tersebut, siswa diajak mengenali risiko bencana di lingkungan sekolah, membuat peta jalur evakuasi di Sekolah, memahami langkah penyelamatan diri saat terjadi gempa, mengenali jalur evakuasi dan titik kumpul, serta pentingnya tetap tenang dan mengikuti arahan guru ketika terjadi bencana.

Tidak hanya itu, PMI memberikan dukungan psikososial (PSP) untuk membantu siswa menghadapi dampak emosional setelah mengalami gempa yang saat ini masih diraskan oleh sebagian siswa.

Kegiatan dikemas melalui permainan, interaksi dan aktivitas bersama yang memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengekspresikan perasaan, mengurangi rasa takut, serta membangun kembali rasa aman.

Layanan ini menjadi bagian dari pendekatan PMI dalam mendukung pemulihan anak pascabencana, karena kebutuhan anak tidak hanya berkaitan dengan tempat untuk belajar, tetapi juga rasa aman dan dukungan psikososial.

Bantuan Logistik bagi Guru, Siswa dan Masyarakat

Dalam waktu yang sama, PMI juga mendistribusikan bantuan logistik kepada guru dan siswa yang rumahnya terdampak gempa, serta masyarakat lainnya yang membutuhkan.

Bantuan yang diserahkan berupa paket hygiene kit, terpal, matras, air mineral, kelambu, dan sarung. Bantuan tersebut diberikan berdasarkan kebutuhan masyarakat pada masa pascagempa.

Kepala Biro Sarana dan Prasarana Markas PMI Pusat, Ilham Huznul, mengatakan dukungan logistik tersebut merupakan bagian dari respons PMI untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak.

“Bantuan logistik yang kami serahkan berupa hygiene kit, terpal, matras, air mineral, kelambu dan sarung. Ini merupakan salahsatu kebutuhan yang saat ini diperlukan masyarakat pascagempa, termasuk guru dan siswa yang rumahnya terdampak serta masyarakat lainnya.”ungkapnya.

Menurut Ilham, layanan terintegrasi yang dilakukan PMI merupakan respons terhadap kebutuhan dan permintaan pihak sekolah untuk mendukung pemulihan pascagempa.

“Layanan terintegrasi ini kami lakukan untuk menjawab kebutuhan dan permintaan pihak sekolah dalam mendukung pemulihan pascagempa. Sebelumnya kondisi fasilitas belajar siswa masih sederhana. Diharapkan dengan dibangunkannya tenda belajar yang lebih baik dapat mendukung proses kegiatan belajar mengajar.”terang Ilham

Ia menambahkan, langkah tersebut sejalan dengan arahan Ketua Umum PMI Jusuf Kalla agar respons kemanusiaan diberikan berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat di lapangan.

“Hal ini sesuai dengan arahan Pak JK bahwa dalam setiap respons bencana, PMI harus hadir dengan dukungan yang sesuai kebutuhan masyarakat. Karena itu, kami berupaya memastikan bantuan yang diberikan benar-benar terintegrasi menjawab kebutuhan warga dan mendukung proses pemulihan.”

Dukungan PMI Juga Mendukung Layanan Kesehatan

Respons PMI pascagempa di NTT juga mencakup dukungan terhadap sektor kesehatan. Di Ruteng, PMI membangun 13 tenda berukuran 6 x 12 meter untuk mendukung rumah sakit lapangan, dilengkapi 10 unit toilet portable. Rumah Sakit Lapangan nagekeo 2 tenda 4 toilet.
Selain itu, PMI juga membangun tiga tenda untuk mendukung pelayanan puskesmas.

Berbagai dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya PMI memastikan layanan dasar masyarakat tetap berjalan selama masa tanggap darurat dan proses pemulihan.

Melalui layanan kemanusiaan terintegrasi, PMI berupaya menjawab kebutuhan masyarakat terdampak secara menyeluruh, mulai dari pendidikan, kesiapsiagaan bencana, dukungan psikososial, kebutuhan dasar hingga pelayanan kesehatan.

Pewarta: Tim PMI
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.