PMI bangun instalasi pengolah air danau jadi siap minum - ANTARA News Megapolitan
Kabupaten Bekasi (ANTARA) - Organisasi kemanusiaan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat membangun instalasi pengolahan air menjadi bersih hingga siap minum dengan mengubah sumber air danau ...
Kabupaten Bekasi (ANTARA) - Organisasi kemanusiaan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat membangun instalasi pengolahan air menjadi bersih hingga siap minum dengan mengubah sumber air danau buatan melalui teknologi 'water sanitation hygiene promotion'.
"Air danau buatan kita olah menjadi air bersih maupun air siap minum untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak kekeringan," kata Ketua PMI Kabupaten Bekasi Akhmad Kosasih di Cikarang, Jumat.
Dia mengatakan, instalasi WASH melalui sistem penyulingan ini memanfaatkan sumber air melimpah di Kampung Tegal Kadu, Desa Sirnajaya, Kecamatan Serang Baru. Infrastruktur tersebut segera beroperasi dan diproyeksikan melayani kebutuhan air masyarakat selama satu bulan ke depan.
Sumber air di kawasan bekas galian pasir tersebut dipilih karena debitnya masih cukup besar meski kemarau. Pengolahan air danau ini dengan mekanisme serupa pernah dilakukan saat musim kemarau melanda wilayah Kabupaten Bekasi tahun 2023 silam.
Dirinya memastikan air dari sumber tersebut telah menjalani pengujian laboratorium sebelum pembangunan instalasi untuk dimanfaatkan kemudian. Hasil pengujian menunjukkan air memenuhi persyaratan yang ditetapkan, termasuk tidak ditemukan bakteri Escherichia coli (E.coli).
"Airnya bagus, sudah diuji lab, bakteri E. coli-nya juga bersih, tidak ada. Tinggal kita proses untuk persiapan air bersih maupun air minumnya. Sebelum dinyatakan aman untuk diminum, kami terlebih dahulu melakukan proses pengolahan maupun sanitasi hingga memenuhi ketentuan higienis," katanya.
Pewarta: Pradita Kurniawan Syah
Editor : Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.