PLN UP3 Palu dan BPBD Sigi edukasi masyarakat kesiapsiagaan bencana
PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Palu berkolaborasi dan bersinergi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah dalam ANTARA News sulteng 1 ...
PLN UP3 Palu dan BPBD Sigi edukasi masyarakat kesiapsiagaan bencana
Jumat, 2 Oktober 2026 19:28 WIB
PLN UP3 Palu saat memberikan materi kepada warga Desa Sidera dalam kesiapsiagaan bencana di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng). ANTARA/HO-PLN UP3 PALU
Sigi (ANTARA) - PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Palu berkolaborasi dan bersinergi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah dalam memberikan sosialisasi program kesiapsiagaan bencana berbasis pemberdayaan masyarakat di daerah tersebut.
Manajer PLN UP3 Palu Ansar di Sigi, Jumat, mengatakan pentingnya masyarakat mengetahui terkait ilmu bumi dan early warning system, materi keluarga tangguh bencana dan desa tangguh bencana, serta kepemimpinan perempuan dan ketangguhan masyarakat yang responsif dan inklusif.
"Tentunya program desa siaga bencana merupakan wujud komitmen berkelanjutan PLN di luar penyediaan listrik yang andal, sehingga kami ingin mendorong masyarakat agar semakin siap dan mandiri," kata Ansar.
Ia menuturkan, keberlanjutan bukan hanya tentang menjaga keandalan listrik, tetapi juga memperkuat ketangguhan sosial masyarakat.
"Jadi ini menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan kepedulian dengan berupaya menghadirkan aksi nyata agar masyarakat semakin tangguh, inklusif, dan siap menghadapi berbagai risiko bencana," ucapnya.
Menurut dia, PLN berharap warga Desa Sidera Kabupaten Sigi khususnya bisa menerapkan ilmu mitigasi secara mandiri dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari mengenali potensi bahaya, memahami sistem peringatan dini, hingga menyiapkan jalur evakuasi.
"Kegiatan ini merupakan rangkaian Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Desa Siaga Bencana PLN Suluttenggo 2026," sebutnya.
Sementara itu Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae mengemukakan bahwa masyarakat dan keluarga harus menjadi bagian utama dalam mitigasi bencana.
"Kesiapsiagaan bencana tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Kolaborasi dan gotong royong seperti ini sejalan dengan semangat Pancasila, khususnya dalam membangun kepedulian dan kebersamaan di tingkat akar rumput," kata Rizal.
Ia menyebutkan kesiapsiagaan menghadapi bencana merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.
Rizal mengajak seluruh warga untuk turut menjaga lingkungan dan infrastruktur kelistrikan sebagai bagian dari upaya mitigasi risiko.
"Pembangunan desa tangguh bencana tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, dibutuhkan gotong royong dan kolaborasi semua pihak untuk mewujudkan desa yang tangguh, berdaya, dan siap menghadapi berbagai tantangan kebencanaan," ujarnya.
Pewarta : Moh Salam
Editor:
Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026