PLN ungkap Indonesia surplus hidrogen sebesar 125 ton
Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo menyampaikan Indonesia surplus hidrogen sebesar 125 ton per tahun, sebab hanya menggunakan 75 ton dari 200 ton yang ANTARA News ntt 2 ...
PLN ungkap Indonesia surplus hidrogen sebesar 125 ton
Rabu, 22 Juli 2026 04:49 WIB
Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo dalam acara pembukaan Global Hydrogen Ecosystem Summit & Exhibition 2026 yang digelar di Jakarta, Selasa (21/7/2026). (ANTARA/Putu Indah Savitri)
Jakarta (ANTARA) - Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo menyampaikan Indonesia surplus hidrogen sebesar 125 ton per tahun, sebab hanya menggunakan 75 ton dari 200 ton yang diproduksi.
“Kami produksi 200 ton, yang dipakai 75 ton. Sisanya 125 ton itu nganggur,” ujar Darmawan dalam acara pembukaan Global Hydrogen Ecosystem Summit & Exhibition 2026 yang digelar di Jakarta, Selasa.
Darmawan mengatakan bahwa setiap pembangkit PLN pasti memproduksi hidrogen. Lebih lanjut, ia juga menjelaskan bahwa hidrogen yang diproduksi digunakan dalam sistem pendingin pembangkit.
Akan tetapi, hanya 75 ton yang dimanfaatkan sehingga menyebabkan surplus sebesar 125 ton.
Oleh karena itu, salah satu langkah yang ditempuh untuk memanfaatkan surplus hidrogen tersebut adalah membangun Hydrogen Refueling Station (HRS) atau Stasiun Pengisian Bahan Bakar Hidrogen (SPBH).
“Rantai pasoknya dari mana? Nah, kami (PLN) kolaborasi dengan Pertamina. Jadi, kalau Hydrogen Refueling Station itu sudah ada dan siap pakai. Tetapi, mobilnya belum ada,” ujar Darmawan.
Dalam rangka meningkatkan pemanfaatan surplus hidrogen, Darmawan pun meminta Menteri ESDM Bahlil Lahadalia untuk melakukan komunikasi dengan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung ihwal pemanfaatan hidrogen sebagai bahan bakar bus TransJakarta.
“Barangkali Bapak (Bahlil) bisa melobi ke Gubernur DKI, begitu. TransJakarta,” ucap Darmawan.
Ia pun mengungkapkan telah melakukan diskusi dengan pabrik kendaraan Jepang, Jerman, maupun China ihwal ketersediaan bus hidrogen.
Apabila pemerintah akan memanfaatkan hidrogen sebagai bahan bakar untuk sektor transportasi, seperti TransJakarta, Darmawan menyampaikan PLN akan berkolaborasi dengan Pertamina dalam hal penyediaan armada bus yang menggunakan hidrogen.
“Nanti Pertamina dengan PLN bersama-sama menyediakan busnya. Tinggal kemudian nanti bus hidrogen ada logonya ESDM, PLN, Pertamina, kita berkolaborasi membangun transportasi berbasis hidrogen,” ujar Darmawan.
Pewarta : Putu Indah Savitri
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.