pickleballvnz.com

PLN: PLTA Batang Toru krusial untuk topang kelistrikan Sumbagut

Transmisi memang sudah terbangun, tetapi banyak hal-hal yang tentu saja dengan pembangunan pembangkit sendiri di sini akan sangat membantuTapanuli Selatan, Sumatera Uta (ANTARA) - Direktur Teknologi, Teknik, da...

Transmisi memang sudah terbangun, tetapi banyak hal-hal yang tentu saja dengan pembangunan pembangkit sendiri di sini akan sangat membantu

Tapanuli Selatan, Sumatera Uta (ANTARA) - Direktur Teknologi, Teknik, dan Keberlanjutan PT PLN (Persero) Edwin Nugraha Putra mengatakan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Batang Toru krusial untuk menopang kelistrikan Sumatera Bagian Utara (Sumbagut).

“Memang diperlukan sekali pembangkit ini (PLTA Batang Toru) untuk masuk ke sistem, terutama di sistem Sumatera Bagian Utara,” ucap Edwin ketika ditemui di Bendungan Air PLTA Batang Toru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Jumat.

Ia menyampaikan kelistrikan Sumatera Bagian Utara saat ini ditopang oleh Sumatera Bagian Selatan dengan transmisi.

“Transmisi memang sudah terbangun, tetapi banyak hal-hal yang tentu saja dengan pembangunan pembangkit sendiri di sini akan sangat membantu,” ucap Edwin.

Pernyataan tersebut merujuk kepada beban puncak untuk keseluruhan Pulau Sumatera.

Ia menyampaikan kebutuhan listrik Sumatera terus menunjukkan tren peningkatan. Saat ini, pembangkit-pembangkit Sumatera memiliki daya mampu pembangkit sebesar 2.551 MW dan beban puncak mencapai 2.446 MW, sehingga menyisakan cadangan daya sekitar 105 MW.

Kini, pembangunan PLTA Batang Toru memiliki kapasitas terpasang total 510 megawatt (MW). PLTA tersebut dirancang untuk beroperasi penuh pada jam beban puncak (18.00–24.00).

Dengan demikian, Edwin berharap PLTA Batang Toru dapat menjadi pilar stabilitas dan fleksibilitas subsistem Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), dengan memberi ruang tambahan bagi cadangan daya ketika dibutuhkan pada jam beban puncak.

“Tetapi kalau kita pertimbangkan sistem Sumatera, yang 510 (MW) ini bahkan hanya untuk satu tahun. Karena dari tahun 2025 sampai 2026, hari ini sudah tumbuh sekitar 490 (MW). Kita masih ada dua bulan lagi, bisa tumbuh sampai 510 (MW),” ujar Edwin.

“Jadi, sangat dibutuhkan sekali masuknya pembangkit-pembangkit ini,” kata Edwin.

Terkait dengan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBL), Edwin menyampaikan saat ini prosesnya sudah berlangsung.

“Sudah proses, sudah. Makanya siap untuk dimasukkan,” ucapnya.

Baca juga: ESDM bidik pengembangan tahap II PLTA Batang Toru sebesar 160 MW

Baca juga: Wamen ESDM sebut masalah administrasi PLTA Batang Toru selesai

Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Rini Utami
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.