pickleballvnz.com

PLN: Daya listrik di Pulau Weh surplus 1,3 MW - ANTARA News Aceh

Banda Aceh (ANTARA) - PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Aceh menyatakan ketersediaan daya listrik di Pulau Weh, Kota Sabang, mengalami kelebihan atau surplus hingga 1,3 megawatt (MW). Manajer Pembang...

Banda Aceh (ANTARA) - PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Aceh menyatakan ketersediaan daya listrik di Pulau Weh, Kota Sabang, mengalami kelebihan atau surplus hingga 1,3 megawatt (MW).

Manajer Pembangkitan, IPP dan Excess Power Unit Aceh Chairul Asril di Sabang, Kamis, mengatakan daya listrik tersebut dipasok 12 unit pembangkit menggunakan mesin diesel yang tersebar di dua titik.

Menurut dia, dari total daya tersebut mampu memenuhi pasokan listrik saat beban puncak. Beban puncak pada malam hari berkisar 6 MW hingga 6,1 MW.

Chairul Asril mengatakan beban puncak tertinggi yang tercatat mencapai 6,5 MW. Beban puncak tertinggi ini biasanya menjelang lebaran maupun saat meningkatnya kunjungan orang ke Sabang.

"Jika diselisihkan antara pasokan daya sebesar 7,8 MW dengan beban puncak 6,5 MW, maka terdapat surplus daya listrik di Kota Sabang mencapai 1,3 MW," kata Chairul Asril.

Sementara itu, Manajer Komunikasi & TJSL PLN UID Aceh Zulfan M Jamil mengatakan ada sebanyak 16.093 pelanggan di seluruh wilayah Pulau Weh, Kota Sabang.

"PLN juga melakukan penguatan keandalan sistem melalui penambahan kapasitas mesin sebesar sekitar 3 MW pada tahun ini," kata Zulfan M Jamil.

Menurut dia, langkah tersebut diambil guna mengantisipasi pertumbuhan beban pelanggan sekaligus memastikan kecukupan daya tetap terjaga, terutama saat unit pembangkit menjalani pemeliharaan terjadwal. 

"Melalui peningkatan kapasitas tersebut, PLN berkomitmen menjaga kontinuitas pasokan listrik untuk mendukung aktivitas masyarakat, pelayanan publik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan sektor pariwisata di Kota Sabang," kata Zulfan M Jamil.

Baca juga: Pemprov buka peluang PLN untuk pengembangan PLTS di Aceh

Pewarta: M.Haris Setiady Agus
Editor : Febrianto Budi Anggoro

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.