PKK Temanggung: Orang tua harus memperkuat pendidikan dan karakter anak
Tim Penggerak PKK Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah menyatakan orang tua harus memperkuat pendidikan dan karakter anak sebagai bekal mereka agar kelak mampu menghadapi berbagai ANTARA News jateng peristiwa ...
PKK Temanggung: Orang tua harus memperkuat pendidikan dan karakter anak
Kamis, 10 September 2026 08:19 WIB
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Temanggung Panca Dewa Agus Setyawan memberikan sambutan pada kegiatan bertema "Menjadikan Rumah Aman untuk Kesehatan Mental dan Karakter Anak" di Temanggung, Rabu (9/9/2026). ANTARA/Heru Suyitno
Temanggung (ANTARA) - Tim Penggerak PKK Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah menyatakan orang tua harus memperkuat pendidikan dan karakter anak sebagai bekal mereka agar kelak mampu menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Temanggung Panca Dewa Agus Setyawan di Temanggung, Rabu, menyampaikan bekal terbaik yang dapat diberikan orang tua kepada anak bukan semata-mata berupa materi.
"Harta dan materi yang diberikan kepada anak pada akhirnya dapat habis, sebaliknya pendidikan, pengetahuan, keterampilan, dan kecerdasan merupakan bekal yang dapat digunakan anak sepanjang hidupnya," katanya.
Ia menyampaikan hal tersebut dalam kegiatan bertema "Menjadikan Rumah Aman untuk Kesehatan Mental dan Karakter Anak" yang digelar di Pendopo Pengayoman Temanggung.
Kegiatan tersebut mengajak para orang tua, khususnya para ibu, untuk semakin memperkuat peran keluarga sebagai tempat pertama dan utama bagi anak untuk tumbuh, belajar, serta mendapatkan dukungan secara emosional.
Ia menegaskan keluarga harus mampu menjadi rumah yang aman bagi anak. Rumah bukan hanya tempat untuk pulang, tetapi juga tempat anak merasa nyaman untuk bercerita, mengungkapkan kebahagiaan, menyampaikan kesulitan, maupun mencurahkan berbagai persoalan yang mereka hadapi.
Menurut dia, orang tua harus berusaha menjadi pendengar yang baik bagi anak. Bahkan ketika cerita atau persoalan yang disampaikan anak tidak sesuai dengan harapan orang tua, komunikasi tetap harus dibangun dengan sikap terbuka dan penuh perhatian.
"Kita harus selalu menjadi rumah bagi anak-anak kita. Ketika mereka pulang, mereka bisa bercerita, mengungkapkan rasa bahagia maupun susah mereka. Jangan sampai anak-anak kita justru lebih memilih bercerita atau curhat kepada orang di luar rumah, karena hal itu dapat membahayakan karakter dan mental mereka," katanya.
Oleh karena itu, dia mengharapkan orang tua selalu siap mendengarkan cerita anak tanpa terburu-buru menghakimi. Dari komunikasi yang terbuka, orang tua dapat memahami kondisi anak sekaligus memberikan solusi terbaik sesuai dengan persoalan yang dihadapi.
Selain membangun komunikasi dan kedekatan emosional, orang tua juga diingatkan untuk menanamkan nilai-nilai agama sejak dini. Kebiasaan beribadah diharapkan menjadi salah satu fondasi penting dalam membentuk karakter anak agar tetap memiliki pedoman dalam menjalani kehidupan.
"Kita harus selalu mengingatkan anak-anak untuk rajin beribadah. Karena dengan ibadah, itu menjadi fondasi agar anak-anak kita tetap selalu berada di jalan yang benar," katanya.
Melalui kegiatan ini, dia mengharapkan, para orang tua semakin menyadari bahwa pendidikan karakter dan kesehatan mental anak tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah maupun lingkungan, tetapi juga berawal dari keluarga.
Dengan menjadikan rumah sebagai tempat yang aman, nyaman, dan penuh kasih sayang, dia mengharapkan, anak memiliki kepercayaan diri serta karakter yang kuat untuk menghadapi perkembangan zaman dan kemajuan teknologi yang terus bergerak.
Baca juga: Pembangunan 268 KDMP di Temanggung hampir tuntas
Pewarta: Heru Suyitno
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.