pickleballvnz.com

Pesan Khusus Megawati di Peringatan HUT ke-81 RI

Selain sejarah, Megawati juga mengajak kader belajar dari pengalaman bangsa lain. Hasto mengatakan Indonesia lahir dari dialektika sejarah dunia sehingga tidak boleh menutup diri dari pembelajaran negara lain. ...

Selain sejarah, Megawati juga mengajak kader belajar dari pengalaman bangsa lain. Hasto mengatakan Indonesia lahir dari dialektika sejarah dunia sehingga tidak boleh menutup diri dari pembelajaran negara lain.

“Kemudian yang lain, Ibu juga mengingatkan kita juga belajar dari bangsa-bangsa lain. Karena Indonesia itu lahir dari dialektika sejarah dunia,” katanya.

Megawati, lanjut Hasto, mencontohkan sejumlah negara seperti Tiongkok, Jerman dan Korea Selatan. Jerman disebut Bung Karno sebagai bangsa penemu.

“Maka Ibu menyebut kita harus belajar bagaimana dari Tiongkok, dari Jerman—Jerman itu Bung Karno mengatakan bangsa penemu Korea Selatan, dan sebagainya,” ujarnya.

Di sisi lain, Megawati juga mengajak kader belajar dari militansi bangsa Iran dan Korea Utara. Menurut Hasto, sejumlah negara tersebut menunjukkan patriotisme dan rasa percaya diri dalam menghadapi tantangan global.

“Tapi kita juga belajar militansi dari bangsa Iran, dari Korea Utara, dan berbagai bentuk negara yang menunjukkan patriotismenya, rasa percaya diri yang luar biasa dan ternyata bisa menghadapi berbagai tantangan-tantangan global,” katanya.

“Itu misi yang dijalankan oleh Bu Mega,” sambung Hasto.

Menurut Hasto, pesan utama yang ingin disampaikan Megawati adalah agar peringatan Proklamasi membangkitkan kesadaran bahwa Indonesia harus menjadi contoh dalam memperjuangkan kedaulatan dan hak rakyat.

“Agar Proklamasi itu membangkitkan suatu kesadaran kita bahwa Indonesia seharusnya menjadi contoh di dalam perjuangan agar rakyat Indonesia bisa merdeka, bisa berdaulat, bisa bebas berbicara, berserikat, diperlakukan setara, hukum harusnya berkeadilan,” kata Hasto.

Dia menyebut pesan tersebut sekaligus menjadi otokritik Megawati kepada kader PDIP agar ikut belajar dari perjalanan bangsa.

“Itulah otokritik yang tadi disampaikan oleh Bu Mega agar itu menjadi pembelajaran termasuk bagi seluruh anggota dan kader PDI Perjuangan,” pungkasnya.