pickleballvnz.com

Perusahaan Tak Terkenal Jadi Sorotan, Mendadak Jadi Raja Baru di China

Jakarta, CNBC Indonesia - Changxin Technology Group (CXMT) lagi 'naik daun' gara-gara tingginya permintaan chip untuk menopang teknologi kecerdasan buatan (AI). Fenomena ini telah memicu krisis kelangkaan chip ...

Jakarta, CNBC Indonesia - Changxin Technology Group (CXMT) lagi 'naik daun' gara-gara tingginya permintaan chip untuk menopang teknologi kecerdasan buatan (AI). Fenomena ini telah memicu krisis kelangkaan chip global, dan membuat produsen chip menjadi primadona di bursa saham.

CXMT adalah salah satu yang ketiban durian runtuh. Sebelumnya, tak banyak orang mengetahui soal CXMT. Popularitasnya tak sebesar raksasa China lain seperti Tencent, Alibaba, dan ByteDance.

Namun, CXMT yang merupakan produsen chip terbesar di China mendadak ramai menjadi sorotan. Saat krisis chip global meluas, CXMT bergerak cepat menambah kapasitas produksinya.

Saham CXMT naik lebih dari 500% pada awal pekan ini, ketika debut (IPO) di bursa saham Shanghai 'Star Market' yang fokus ke saham-saham teknologi. Lonjakan harga saham CXMT membuat posisinya resmi menjadi perusahaan China paling bernilai yang terdaftar di bursa.

Perusahaan yang berbasis di Hefei ini menggalang dana sebesar 57,92 miliar yuan (US$8,6 miliar/Rp154 triliun) setelah menetapkan harga IPO di angka 8,66 yuan per saham, menjadikannya IPO terbesar di Asia sepanjang tahun ini.

Saham CXMT terakhir diperdagangkan pada harga 52 yuan, yang memberikan perusahaan tersebut kapitalisasi pasar sekitar 3,5 triliun yuan (Rp9.296 triliun), dikutip dari CNBC International, Senin (27/7/2026).

Berdasarkan angka penjualan kuartal keempat tahun 2025, CXMT menguasai pangsa pasar DRAM global sebesar 7,67% pada 2025, menurut prospektus IPO-nya. Chip DRAM digunakan dalam berbagai perangkat elektronik, mulai dari ponsel pintar hingga server.\

Pasar DRAM global saat ini didominasi Samsung Electronics, SK Hynix, dan Micron Technology.

"Saya tidak meragukan lagi bahwa perusahaan ini akan tumbuh menjadi pemimpin global. Ini mungkin hanya masalah waktu sampai mereka tidak hanya menjadi penantang, tetapi bisa menjadi juara global di sektor khusus ini," ujar Theodore Shou, CEO Yiyi Capital di acara "Squawk Box Asia" CNBC International.

Langkah pencatatan saham (listing) ini dilakukan di tengah meningkatnya perhatian terhadap CXMT, menyusul laporan awal bulan ini bahwa Apple telah mulai menguji memori DRAM buatan produsen chip asal China tersebut untuk perangkat yang dijual di China.

CXMT berhasil membalikkan keadaan dengan meraup laba operasional sebesar 35,43 miliar yuan pada kuartal pertama, dari yang sebelumnya mengalami kerugian sebesar 2,83 miliar yuan pada periode yang sama tahun lalu. Hal ini didorong oleh pertumbuhan berkelanjutan pada permintaan daya komputasi global serta alokasi kapasitas oleh para produsen utama.

"Lonjakan kinerja hingga 470% pada hari pertama bukanlah hal yang asing. Namun yang sangat menonjol dalam kasus ini adalah perusahaan sebesar ini mampu tampil begitu gemilang," kata Shou.

Dulu, kinerja seperti ini terutama didorong oleh perusahaan berkapitalisasi pasar lebih kecil (small-cap), tambahnya. Ia juga menjelaskan bahwa bagi CXMT, jumlah saham beredar (free float) yang relatif terbatas pada hari pertama, dipadukan dengan sentimen pasar yang sudah terbangun, menjadi faktor kunci yang memicu lonjakan tersebut.

Morningstar menyatakan dalam sebuah catatan pada pekan lalu bahwa seiring dengan makin meningkatnya posisi AI sebagai isu keamanan nasional bagi China, CXMT kemungkinan besar akan menjadi penerima manfaat utama.

Lembaga riset tersebut menambahkan bahwa meskipun teknologi CXMT masih tertinggal dari para pemimpin memori global, raksasa internet domestik yang memelopori pengembangan AI kemungkinan akan mendorong adopsi chip CXMT secara masif seiring langkah Beijing dalam menggenjot kemandirian semikonduktor.

CXMT, yang didirikan pada tahun 2016 oleh Chairman Zhu Yiming, berencana untuk meningkatkan kapabilitas teknologi dan daya saing utamanya, terutama produksi massal wafer memori dan proyek-proyek R&D (riset dan pengembangan), dengan memanfaatkan dana hasil IPO, menurut informasi dalam prospektus perusahaan.

"Saya pikir kita sedang mendekati puncak jangka pendek dalam hal sentimen di sekitar siklus pasar memori," kata Shou, sembari menambahkan bahwa para investor sudah mulai melakukan aksi jual memanfaatkan momen IPO ini, khususnya di China.

"Bisnis chip memori ini memang berkelanjutan, tetapi margin yang sangat tinggi dan profitabilitas bersih yang kita lihat hari ini tidak akan bertahan selamanya dan harus kembali normal mengikuti siklusnya," ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa meskipun ini mungkin belum menjadi harga saham tertinggi (peak), pasar saat ini sedang berada tepat di puncak ketidakseimbangan antara penawaran dan permintaan (supply and demand imbalance).

(fab/fab)

Add

as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]