Perusahaan swasta membantu Rp11,4 miliar untuk perbaiki 164 rumah di Kudus
Perusahaan swasta di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah berkontribusi dalam penanggulangan kemiskinan ekstrem dengan menggelontorkan Rp11,4 miliar untuk memperbaiki 164 unit rumah ANTARA News jateng peristiwa ...
Perusahaan swasta membantu Rp11,4 miliar untuk perbaiki 164 rumah di Kudus
Senin, 21 September 2026 16:44 WIB
General Manager Community Development PT Djarum Achmad Budiharto saat penyerahan secara simbolis bantuan rumah sederhana layak huni (RSLH) di Pendopo Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Senin (21/9/2026). ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif.
Kudus (ANTARA) - Perusahaan swasta di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah berkontribusi dalam penanggulangan kemiskinan ekstrem dengan menggelontorkan Rp11,4 miliar untuk memperbaiki 164 unit rumah tidak layak huni menjadi layak huni.
"Kami atas nama Pemkab dan seluruh masyarakat Kudus, mengucapkan terima kasih atas kepedulian PT Djarum dan PT Hartono Istana Teknologi (Polytron) membantu program Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH), dengan memperbaiki rumah warga yang tidak layak menjadi layak huni," kata Bupati Kudus Sam'ani Intakoris saat penyerahan secara simbolis bantuan RSLH di Pendopo Kabupaten Kudus, Senin.
Acara penyerahan bantuan tersebut dihadiri General Manager Community Development PT Djarum, Achmad Budiharto, Head of Culture Development Polytron, David Setyadi Rahardjo, jajaran Pemkab Kudus dan dinas terkait, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta perwakilan kecamatan dan desa.
Sam'ani mengungkapkan bantuan pembangunan rumah tersebut merupakan suatu prestasi yang luar biasa. Karena program tersebut juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendukung program nasional pembangunan tiga juta rumah.
General Manager Community Development PT Djarum, Achmad Budiharto mengatakan program RSLH merupakan wujud komitmen perusahaan dalam membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Sepanjang tahun 2026, kata dia, ditargetkan membangun 400 unit rumah di Kudus yang direalisasikan secara bertahap sebagai bentuk dukungan kepada pemerintah daerah dalam membangun hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Setiap rumah yang dibangun, kata dia, memenuhi tiga aspek utama, yakni keamanan yang berkaitan dengan bangunan kokoh, kuat, dan tahan lama, aspek kenyamanan bagi para penghuninya dan sisi kesehatan berupa ketersediaan fasilitas, sanitasi, pencahayaan, dan sirkulasi udara.
"Melalui program RSLH, kami ingin berkontribusi nyata dalam meningkatkan taraf kehidupan masyarakat, khususnya di Kabupaten Kudus. Kami berharap, ketika persoalan rumah yang tidak layak dapat diselesaikan, masyarakat tidak lagi terbebani, sehingga dapat lebih fokus bekerja, lebih produktif, dan secara bertahap meningkatkan kondisi sosial ekonominya," ujarnya.
Mariyanto, salah satu penerima manfaat RSLH asal Dukuh Padurenan, Kecamatan Gebog mengaku berterima kasih atas bantuan renovasi dan pembangunan ulang rumahnya, karena selama ini sering bocor saat hujan dan kayu juga mulai lapuk, serta anak sering bertanya kapan bisa memiliki rumah bagus seperti rumah tetangga.
Ia mengakui dengan berprofesi sebagai teknisi servis elektronik memiliki penghasilan tidak menentu, sehingga cukup sulit untuk memenuhi kebutuhan hidup. Bersyukur ada program RTLH, sehingga menjadi nyaman untuk ditempati. Bahkan, ada dua kamar dan kamar mandi yang bagus.
Sementara itu, Head of Culture Development Polytron, David Setyadi Rahardjo mengatakan keterlibatan Polytron dalam program RSLH 2026 merupakan wujud komitmen perusahaan untuk turut memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya.
"Keberadaan dua pabrik Polytron di Kudus menjadi dorongan bagi perusahaan untuk ikut berkontribusi meningkatkan kualitas hidup warga. Kami ingin terus berkontribusi bagi masyarakat melalui program yang memberikan dampak langsung, khususnya dalam kemajuan dan pertumbuhan ekonomi," ujarnya.
Dari 164 unit rumah yang dibangun, tersebar di sejumlah kecamatan, yakni di Kecamatan Bae ada sembilan rumah, Dawe 28 rumah, Jati 16 rumah, Jekulo 22 rumah, Kaliwungu 15 rumah, Gebog 43 rumah, Undaan 20 rumah, dan Mejobo 11 rumah.
Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.