pickleballvnz.com

Perubahan gaya lewat putaran roda - ANTARA News Jawa Timur

Surabaya (ANTARA) - Ada yang berubah di jalan-jalan Surabaya. Bukan hanya kendaraan yang bergerak, tetapi juga cara warga memandang perjalanan. Bus Wira-Wiri yang semakin ramai mungkin selama ini dibaca semata ...

Surabaya (ANTARA) - Ada yang berubah di jalan-jalan Surabaya.

Bukan hanya kendaraan yang bergerak, tetapi juga cara warga memandang perjalanan.

Bus Wira-Wiri yang semakin ramai mungkin selama ini dibaca semata sebagai persoalan kapasitas. Namun, di balik kursi-kursi yang terisi itu, bisa jadi ada cerita lain: perlahan, sebagian warga mulai mengubah cara mereka memilih dan menikmati perjalanan.

Belakangan ini, media sosial ramai dengan cerita warga tentang bus rute Benowo–Tunjungan yang sering penuh. Sekilas, bus penuh bisa dibaca sebagai persoalan.

Tetapi, ada cara lain melihatnya.

Bus yang penuh bisa menjadi tanda bahwa semakin banyak warga mulai memilih transportasi publik sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Yang menarik, perubahan itu mulai terlihat pada generasi muda.

Bagi sebagian warga, kendaraan pribadi bukan lagi satu-satunya ukuran kebebasan bergerak. Transportasi publik juga mulai dipandang sebagai pilihan yang masuk akal karena lebih praktis, mudah, dan terjangkau, sekaligus memberi pengalaman berbeda dalam menjalani kota.

Di sinilah terdapat pergeseran cara pandang.

Di sinilah pilihan mobilitas warga berubah.

Di sinilah perubahan gaya hidup mulai terlihat.

Naik bus tidak lagi harus dimaknai sebagai tanda seseorang tidak mampu membeli kendaraan pribadi. Sebaliknya, memilih transportasi publik dapat menjadi bentuk kesadaran bahwa kota adalah ruang bersama.

Kebanggaan sebagai warga kota tidak selalu harus ditunjukkan oleh kendaraan yang berada di garasi. Kebanggaan itu juga dapat terlihat dari cara kita menggunakan kota.

Bagi sebagian orang, perubahan ini mungkin tampak sederhana. Naik bus, duduk, melihat jalanan, lalu turun di tujuan. Namun, kebiasaan kecil semacam itu dapat membentuk budaya baru.

Kota masa depan mungkin bukan kota yang setiap rumahnya memiliki semakin banyak kendaraan. Kota masa depan adalah kota yang warganya memiliki semakin banyak pilihan untuk bergerak.

Transportasi publik juga memiliki fungsi yang sering kita lupakan: menjadi ruang sosial.

Di dalam bus, orang dari berbagai latar belakang duduk dalam ruang yang sama. Pelajar, pekerja, pedagang, mahasiswa, orang tua, dan anak muda bertemu dalam perjalanan yang sama.

Di jalan kita belajar berlomba. Di dalam bus kita belajar berbagi ruang.

Perubahan besar tidak selalu bermula dari sesuatu yang ramai. Ia bisa dimulai dari cara kita pergi ke tempat kerja, sekolah, kampus, atau pusat kota.

Karena itu, bus yang penuh di jalur Benowo–Tunjungan tidak perlu selalu dilihat sebagai keluhan.

Di balik kepadatan itu mungkin sedang tumbuh sesuatu yang lebih penting: perubahan cara warga memandang transportasi publik.

Barangkali yang sedang penuh bukan hanya busnya. Yang sedang tumbuh adalah kesadaran bahwa transportasi publik merupakan bagian dari masa depan kota.

Dan ketika naik transportasi publik tidak lagi dianggap sebagai keterbatasan, melainkan sebagai pilihan dan kebanggaan, saat itulah gaya hidup mobilitas warga kota berubah.

*) Penulis adalah Warga Kota dan Mahasiswa UMSURA
 

Editor : Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.