Pertamina RU Cilacap optimalisasi gas suar kilang tekan emisi
Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Cilacap berhasil menekan emisi gas rumah kaca melalui optimalisasi pemanfaatan gas suar (flare) yang sebelumnya dibakar dalam proses ANTARA News jateng teknologi ...
Pertamina RU Cilacap optimalisasi gas suar kilang tekan emisi
Sabtu, 1 Agustus 2026 11:34 WIB
Ilustrasi - Kompleks kilang Pertamina Patra Niaga RU Cilacap, Jawa Tengah. ANTARA/HO-Kilang CIlacap
Cilacap (ANTARA) - Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Cilacap berhasil menekan emisi gas rumah kaca melalui optimalisasi pemanfaatan gas suar (flare) yang sebelumnya dibakar dalam proses operasional kilang, sebagai bagian dari upaya mendukung target dekarbonisasi nasional.
Manajer Engineering and Development Pertamina Patra Niaga RU Cilacap Andi Krishnanta Wijaya di Cilacap, Jawa Tengah, Sabtu, mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil inovasi dan kolaborasi para pekerja dalam menghadirkan proses operasi yang lebih andal, efisien, dan berkelanjutan.
"Optimalisasi pemanfaatan gas suar menjadi bukti keseriusan RU Cilacap dalam mendukung dekarbonisasi. Berbagai inovasi yang dikembangkan para pekerja mampu mengubah gas yang sebelumnya dibakar menjadi sumber energi yang dapat dimanfaatkan kembali dalam operasional kilang," katanya.
Menurut dia, RU Cilacap memiliki lima titik gas suar yang berada di Kilang I, Kilang II, Kilang Paraxylene Cilacap (KPC), Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC), dan Kilang Langit Biru Cilacap (KLBC).
Ia mengatakan gas yang sebelumnya dilepas melalui gas suar kini dimanfaatkan sebagai fuel gas di Kilang I dan Kilang II, serta melalui off gas recovery pada eks Unit KPC dan RFCC sebagai feed Unit Lube Oil Complex (LOC) III dan Sulphur Recovery Unit (SRU).
Menurut dia, optimalisasi tersebut memberikan manfaat pada aspek ekonomi, sosial, maupun lingkungan.
Dari sisi ekonomi, kata dia, pemanfaatan tail gas mampu menurunkan konsumsi fuel gas 025F-101 rata-rata sebesar 1.698 meter kubik normal per jam atau sekitar 26 ton fuel gas per hari.
Ia mengatakan efisiensi itu setara dengan penghematan biaya bahan bakar sekitar 10.387 dolar Amerika Serikat per hari.
Selain itu, lanjut dia, berkurangnya aktivitas flaring membuat nyala api gas suar semakin kecil, sehingga memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat di sekitar kawasan kilang.
"Saat ini aktivitas flaring menjadi jauh lebih minim dibandingkan sebelumnya," katanya.
Pada aspek lingkungan, kata dia, hingga Juni 2026 inovasi tersebut berhasil menekan emisi sebesar 7.286 ton karbondioksida ekuivalen.
Andi mengatakan angka tersebut setara dengan manfaat penyerapan karbon oleh lebih dari 76 ribu pohon.
Sementara itu, Area Manajer Communication Relations and CSR Pertamina Patra Niaga RU Cilacap Agustiawan mengatakan transformasi operasional kilang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kinerja bisnis, juga memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.
"Kami terus berupaya menjalankan operasional yang selaras dengan prinsip keberlanjutan. Efisiensi operasional yang dihasilkan membuka ruang yang lebih besar bagi perusahaan untuk memperkuat kontribusi kepada masyarakat melalui berbagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan," katanya.
Ia mengatakan penghematan yang diperoleh dari efisiensi operasional tersebut dapat mendukung keberlanjutan program pemberdayaan masyarakat, pendidikan, kesehatan, pelestarian lingkungan, hingga pengembangan ekonomi lokal di sekitar wilayah operasi Kilang Cilacap.
Menurut dia, keberhasilan optimalisasi pemanfaatan gas suar menunjukkan inovasi pekerja mampu menghadirkan efisiensi energi sekaligus mengurangi emisi karbon untuk mewujudkan operasional kilang yang semakin ramah lingkungan.
Pewarta: Sumarwoto
Editor:
Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.