Perry Warjiyo Mundur dari BI, Fitch Ingatkan Ketidakpastian Dapat Memengaruhi Kepercayaan Investor
Bagikan: JAKARTA – Lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings menilai pengunduran diri Perry Warjiyo da...
Bagikan:
JAKARTA – Lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings menilai pengunduran diri Perry Warjiyo dari posisi Gubernur Bank Indonesia (BI) berpotensi meningkatkan ketidakpastian terhadap arah kebijakan moneter Indonesia.
Kondisi tersebut dinilai dapat memengaruhi sentimen investor sekaligus memunculkan kekhawatiran mengenai independensi bank sentral dan beban pembiayaan APBN.
Director Asia-Pacific Sovereign Ratings Fitch Ratings, George Xu, mengatakan ketidakpastian tersebut berisiko memperbesar tekanan eksternal di tengah masih rapuhnya kepercayaan pasar.
"Kami melihat risiko tekanan eksternal lebih lanjut yang berasal dari sentimen investor yang rapuh di tengah ketidakpastian mengenai arah kebijakan moneter ke depan dan persepsi terhadap independensi bank sentral, terutama mengingat mandat kebijakan Bank Indonesia yang kini semakin kompleks,” ujarnya dalam keterangannya, dikutip, Rabu, 29 Juli 2026.
Menurut George, situasi tersebut berpotensi menekan nilai tukar rupiah, meningkatkan biaya pendanaan pemerintah, serta mengurangi cadangan devisa Indonesia apabila tidak diantisipasi dengan baik.
"Hal ini dapat terus membebani stabilitas rupiah, meningkatkan biaya pinjaman pemerintah, dan mengikis cadangan eksternal," tuturnya.
BACA JUGA:
Meski demikian, Fitch menyatakan akan terus memantau perkembangan tersebut beserta implikasinya terhadap stabilitas ekonomi dan kebijakan nasional.
George juga mengingatkan bahwa dalam hasil pemeringkatan sebelumnya, Fitch telah menyoroti meningkatnya ketidakpastian kebijakan serta berkurangnya konsistensi dan kredibilitas bauran kebijakan Indonesia di tengah semakin terpusatnya proses pengambilan keputusan.
Menurut Fitch, berbagai faktor tersebut menjadi salah satu pertimbangan yang mendorong perubahan prospek (outlook) peringkat utang negara (sovereign rating) Indonesia dari stabil menjadi negatif.
Meskipun demikian, Fitch tetap mempertahankan peringkat utang Indonesia pada level BBB, yang masih berada dalam kategori investment grade atau layak investasi.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+