Perluas jangkauan layanan, FDC Dental Clinic resmi buka cabang Ke-74 di Kota Solo
FDC Dental Clinic kembali mengepakkan sayapnya di industri kesehatan gigi nasional dengan meresmikan cabang ke-74 di Kota Solo. Founder & CEO FDC Dental Clinic drg. ANTARA News jateng peristiwa ...
Perluas jangkauan layanan, FDC Dental Clinic resmi buka cabang Ke-74 di Kota Solo
Jumat, 16 Oktober 2026 17:09 WIB
Pelayanan pemeriksaan gigi di FDC Dental Care di Solo, Jawa Tengah, Jumat (16/10/2026). ANTARA/Aris Wasita
Solo (ANTARA) - FDC Dental Clinic kembali mengepakkan sayapnya di industri kesehatan gigi nasional dengan meresmikan cabang ke-74 di Kota Solo.
Founder & CEO FDC Dental Clinic drg. Ita Lestari, MARS, pada pembukaan klinik di Solo, Jawa Tengah, Jumat mengatakan pemilihan Solo sebagai lokasi ekspansi terbaru tidak terlepas dari pesatnya perkembangan kota ini, baik dari sisi pertumbuhan ekonomi, dorongan pemerintah daerah terhadap pengembangan sektor wellness dan kesehatan, hingga geliat ekonomi kreatif yang kian berkembang.
Ia mengatakan kehadiran FDC Dental Clinic di Solo membawa misi besar untuk mengubah stigma negatif masyarakat mengenai perawatan gigi yang selama ini kerap diidentikkan dengan biaya mahal, proses yang menakutkan, serta waktu tunggu yang lama.
Untuk menghapus rasa tegang dan takut pada pasien, FDC menghadirkan konsep interior klinik yang didesain estetik, menarik, dan senyaman mungkin.
“FDC memilih membuka cabang di Solo seiring dengan perkembangan kota ini, baik dari sisi ekonomi maupun pemerintahan yang turut mendorong sektor wellness, kesehatan, dan ekonomi kreatif. Hal tersebut menjadi salah satu alasan kami memilih Solo,” katanya.
Menurut dia, Solo memiliki potensi pasar yang menarik, sehingga ia melihat peluang untuk menghadirkan layanan kesehatan gigi standar FDC yang berkualitas dengan pengalaman pelayanan yang ramah, fasilitas yang luxury, personal, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Ia mengatakan salah satu tantangan dalam industri kesehatan gigi adalah mengubah kebiasaan masyarakat yang masih cenderung datang ke dokter gigi ketika
mengalami keluhan, bukan untuk melakukan pemeriksaan secara rutin.
“Sejak awal, FDC berupaya menjawab tiga hambatan yang sering dirasakan
masyarakat ketika berkunjung ke dokter gigi, yaitu rasa takut, persepsi biaya yang
mahal, dan proses pelayanan yang lama. Kami ingin mengubah pengalaman tersebut
melalui fasilitas yang nyaman, transparansi harga, serta pemanfaatan teknologi untuk
mempermudah akses pasien,” katanya.
Salah satu dokter FDC, Drg. Alivy Aulia Az Zahra Sp.KGA mengatakan saat ini ada FDC Children yang memfokuskan perawatan gigi anak.
“Jadi kalau gigi anak itu dimulai dari usia 0 sampai usia 15 atau 14 tahun. Jadi perawatannya juga perawatan yang menyeluruh, jadi perawatan preventif, kuratif,” kata dokter spesialis gigi anak ini.
Ia mengatakan permasalahan gigi pada anak merupakan permasalahan yang sebetulnya dapat dicegah sejak dini. Namun yang banyak terjadi adalah kebanyakan orang tua baru membawa anaknya ke dokter setelah ada keluhan gigi.
“Padahal kalau anak datang dengan kondisi sakit gigi, dianya aja udah kesakitan, gitu. Jadi pasti persepsinya akan jadi takut, gitu. Enggak diapa-apain aja giginya sakit,” katanya.
Oleh karena itu, ia berharap agar orang tua mengajak mereka datang ke klinik gigi selambat-lambatnya saat anak usia 1 tahun.
“Atau ketika gigi pertama tumbuh. Dengan edukasi masyarakat bisa mendapatkan informasi tentang bagaimana cara merawat gigi pada anak sehingga nanti bisa mencegah penyakit-penyakit karies yang akan muncul berikutnya. Jadi bisa mencegah penyakit dan otomatis nanti juga anaknya juga lebih nyaman perawatannya,” katanya.
Pewarta: Aris Wasita
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.