pickleballvnz.com

Perkembangan pemain bola basket usia dini terus meningkat di Indonesia

Jakarta (ANTARA) - Basketball Director DBL Academy Dimaz Muharri menyebut perkembangan pemain bola basket usia dini di Indonesia terus meningkat, terutama di Pulau Jawa dan Bali, seiring bertambahnya pembinaan ...

Jakarta (ANTARA) - Basketball Director DBL Academy Dimaz Muharri menyebut perkembangan pemain bola basket usia dini di Indonesia terus meningkat, terutama di Pulau Jawa dan Bali, seiring bertambahnya pembinaan dasar yang berfokus pada pengembangan individu.

Menurut dia perkembangan pemain menunjukkan tren positif dengan pusat pertumbuhan masih didominasi wilayah Jakarta, Surabaya, Bandung, serta sejumlah daerah di Pulau Jawa hingga Bali.

"Kami senangnya adalah tidak ada lagi anak-anak yang takut bermain bola basket gara-gara menang kalah, itu paling penting karena di usia itu memang belum saatnya mereka berkompetisi dan bahkan menjadi beban mereka," kata Dimaz saat diwawancarai ANTARA di DBL Academy East Jakarta, Jakarta, Selasa.

Dia menjelaskan dari pemetaan yang ada, daerah-daerah tersebut secara konsisten mampu melahirkan pemain muda berbakat yang kemudian menonjol pada level usia senior. Meski demikian, dia menilai potensi pemain dari daerah lain juga terus berkembang seiring meluasnya pembinaan bola basket usia dini.

Terkait kontribusi dalam pembinaan pemain usia dini, Dimaz menyatakan saat ini DBL Academy memiliki empat cabang, yakni dua di Surabaya, serta masing-masing satu di Yogyakarta dan Jakarta. Kurikulum yang diterapkan tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan teknis bermain bola basket, tetapi juga pembentukan karakter dan edukasi mengenai nutrisi.

Baca juga: DBL Camp 2026 lakukan pendekatan sport science

Lebih lanjut mantan pemain CLS Knight yang dijuluki raja steal itu menjelaskan, DBL Academy juga menerapkan pendekatan sesuai mini basketball yaitu untuk kelompok usia lima hingga 12 tahun. Sebab selama latihan maupun pertandingan, tim pelatih tidak menampilkan skor. Pendekatan tersebut bertujuan menghilangkan tekanan berkompetisi sejak dini agar anak-anak lebih menikmati proses belajar.

Selain itu, pembinaan di akademi lebih banyak diarahkan pada pengembangan kemampuan individu, sehingga bisa melengkapi latihan di klub yang umumnya berorientasi pada permainan tim.

Mantan guard kelahiran Kota Binjai, Sumatera Utara, itu menambahkan materi dasar seperti passing, dribble, shooting, hingga body movement menjadi fondasi utama dalam proses pembinaan.

Sebab kemampuan bergerak seperti berlari, melompat, dan koordinasi tubuh merupakan bekal penting yang harus dikuasai pemain sebelum memasuki tahapan kompetisi yang lebih tinggi.

Selaku Basketball Director DBL Academy, Dimaz Muharri juga bertanggung jawab menyusun kurikulum pembinaan yang diterapkan di seluruh tempat akademi, sekaligus memberikan arahan kepada para pelatih mengenai metode latihan yang sesuai untuk peserta.

Baca juga: DBL Camp 2026 lakukan pendekatan sport science

Baca juga: Waketum Perbasi: Banyaknya turnamen bagus untuk talent pool timnas

Pewarta: Donny Aditra
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.