Peringatan UN Day: Indonesia Tegaskan Komitmen pada Multilateralisme
Indah mengungkapkan bahwa kuncinya adalah untuk bekerja bersama dan kolaborasi. "Dalam hal ini, inti dari intervensi dan keterlibatan RI adalah kolaborasi. Bagaimana kita bisa terus bekerja dengan apa yang kita...
Indah mengungkapkan bahwa kuncinya adalah untuk bekerja bersama dan kolaborasi.
"Dalam hal ini, inti dari intervensi dan keterlibatan RI adalah kolaborasi. Bagaimana kita bisa terus bekerja dengan apa yang kita miliki, berbarengan dengan sistem PBB, keluarga besar PBB, dan semua pemangku kepentingan yang bekerja sama dengan PBB, dan bagaimana kita bisa membawa hal tersebut menjadi sesuatu yang nyata," imbuhnya.
Sama seperti yang dikatakan Sabharwal, Indah juga mengungkapkan bahwa semua aturan dan hukum tertulis seperti Piagam PBB, perjanjian, hak asasi manusia, hukum internasional, peraturan nasional dan banyaknya protokol adalah hal yang bagus, tapi tidak berarti apabila tidak diterapkan di negara kita.
"Semua itu bagus. Itu adalah aturan dan hukum tertulis. Tapi, hal itu tidak akan mengubah kehidupan kita jika tidak diterapkan di negara kita sendiri. Jadi, menurut saya, kolaborasi memainkan peran yang sangat penting di sini," jelas Indah.
Direktur HAM dan Migrasi tersebut juga menyebutkan bahwa pekerjaan tersebut adalah sesuatu yang tidak pernah berakhir. "Tidak hanya kita secara aktif berkontribusi pada prosedur dan proses penetapan norma PBB, tapi juga terus mengimplementasikannya di dalam negeri dengan menjadikannya bagian dari kebijakan, undang-undang, dan kerangka hukum kita."
Harus dipastikan pula bahwa dampak dari kerja PBB dan semua yang ikut berpartisipasi benar-benar bisa dirasakan manfaatnya untuk semua orang.
Selain itu, acara ini juga dimeriahkan oleh peluncuran Letters 2045, koleksi pesan generasi muda dan inisiatif yang diluncurkan oleh Kemenlu RI dan didukung oleh PBB, masyarakat dunia bisa mendengar langsung para pemuda Indonesia tentang masa depan apa yang mereka inginkan, dan peran apa yang mereka inginkan untuk Indonesia.
"Para anak muda lebih aktif bergerak dan lebih terlibat dalam kancah global dibandingkan generasi manapun sebelumnya. Acara ini juga menjadi kesempatan untuk mengedarkan suara Anda," tutur Sabharwal.
Perwakilan PBB tersebut berkata bahwa sebagai sebuah organisasi, tugas mereka adalah untuk membuat ruang agar ide-ide yang akan menjadi keputusan yang membentuk masa depan bisa tercurahkan.
"Indonesia memiliki banyak kemampuan untuk melakukan itu. Pengalamannya, suara-suara rakyatnya, semangatnya dalam berdialog, dan yang terpenting, ambisi yang dimiliki oleh generasi seterusnya," ucap Sabharwal.