pickleballvnz.com

Perbandingan Statistik Shin Tae-yong, Patrick Kluivert dan John Herdman di Timnas Indonesia

 Bola Kamis, 8 Oktober 2026 - 00:50 WIB VIVA – John Herdman baru saja memb...

Kamis, 8 Oktober 2026 - 00:50 WIB

VIVA – John Herdman baru saja membawa Timnas Indonesia meraih trofi. Pelatih asal Inggris itu mengantarkan Skuad Garuda menjadi juara FIFA ASEAN Cup 2026 setelah mengalahkan Thailand melalui adu penalti 4-2 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin, 5 Oktober 2026.

Baca Juga

Hasil tersebut melengkapi catatan impresif Herdman sejak menangani Timnas Indonesia, namun, keberhasilan tersebut tidak berdiri sendiri. Herdman datang ketika Timnas Indonesia sudah memiliki fondasi yang dibangun selama beberapa tahun, sementara sebelumnya STY menjalani proses panjang untuk meningkatkan level permainan dan Kluivert datang ketika ekspektasi terhadap Garuda sudah jauh lebih tinggi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jika perjalanan ketiganya dilihat sebagai satu rangkaian, trofi Herdman merupakan bagian dari proses panjang Timnas Indonesia. Target Garuda perlahan berubah, dari membangun tim yang kompetitif menjadi tim yang dituntut memenangkan trofi.

Baca Juga

Shin Tae-yong: 57 Laga, Win Rate 45,6 Persen

Ketika Shin Tae-yong ditunjuk pada akhir 2019, Indonesia belum berada pada posisi seperti sekarang. STY harus membangun tim dalam situasi yang tidak mudah, bahkan debutnya bersama tim senior baru terjadi pada 2021 akibat pandemi COVID-19.

Baca Juga

Selama menangani Timnas Indonesia senior, STY menjalani 57 pertandingan dengan 26 kemenangan, 14 hasil imbang dan 17 kekalahan. Indonesia mencetak 106 gol dan kebobolan 75 gol, sehingga win rate pelatih asal Korea Selatan itu mencapai 45,6 persen.

Namun, warisan STY tidak hanya bisa dilihat dari statistik tersebut. Di bawah asuhannya, Indonesia mencapai final Piala AFF 2020, semifinal Piala AFF 2022 dan lolos ke Piala Asia 2023. Garuda bahkan untuk pertama kalinya mampu melewati fase grup Piala Asia sebelum kemudian mencapai putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Perubahan tersebut membuat ukuran keberhasilan Timnas Indonesia ikut bergeser. Indonesia mulai terbiasa menghadapi lawan-lawan Asia dengan level lebih tinggi, sementara sejumlah pemain mendapatkan pengalaman internasional dan berkembang hingga berkarier di luar negeri.

Fondasi itulah yang kemudian diwarisi oleh pelatih berikutnya. Karena itu, meski win rate STY berada di bawah Herdman, pekerjaannya tidak bisa hanya dinilai dari persentase kemenangan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Patrick Kluivert: 8 Laga, Win Rate 37,5 Persen

Patrick Kluivert datang pada Januari 2025 dalam kondisi yang jauh berbeda dibandingkan STY. Indonesia sudah memiliki sejumlah pemain yang berkarier di luar negeri dan sedang mengejar target yang jauh lebih besar, yakni lolos ke Piala Dunia 2026 dalam kualifikasi Piala Dunia 2026.

Halaman Selanjutnya

Artinya, Kluivert tidak lagi bekerja dari titik awal. Ia langsung berada di bawah tuntutan untuk menghasilkan kemenangan, sementara waktu yang dimilikinya juga sangat terbatas.