Penyaluran KUR di Regional Papua Barat capai Rp254,1 miliar - ANTARA News Papua Tengah
Manokwari (ANTARA) - Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) mencatat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Regional Papua Barat yang mencakup Provinsi Papua Barat dan Papua Bar...
Manokwari (ANTARA) - Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) mencatat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Regional Papua Barat yang mencakup Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya hingga Agustus 2026 mencapai Rp254,13 miliar.
Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran (PPA) II Kantor Wilayah DJPb Kemenkeu Papua Barat Guntur Supriyanto di Manokwari, Jumat, mengatakan jumlah pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang memanfaatkan fasilitas kredit tersebut sebanyak 5.399 debitur.
“Pemerintah menyalurkan KUR bertujuan untuk mendukung akses pembiayaan dan pengembangan UMKM,” kata Guntur.
Dia merinci penyaluran KUR wilayah Papua Barat tersebar di Manokwari Rp42,86 miliar (959 debitur), Fakfak Rp25,29 miliar (650 debitur), Teluk Bintuni Rp23,88 miliar (482 debitur), Kaimana Rp20,01 miliar (401 debitur) dan Teluk Wondama Rp12,22 miliar (227 debitur).
Kemudian Papua Barat Daya meliputi Kota Sorong Rp79,34 miliar (1.538 debitur), Sorong Selatan Rp20,58 miliar (406 debitur), Sorong Rp17,41 miliar (458 debitur), Raja Ampat Rp6,16 miliar (149 debitur), Tambrauw Rp3,50 miliar (83 debitur) dan Maybrat Rp2,88 miliar (46 debitur).
“Penyaluran KUR di wilayah Papua Barat mencapai Rp124,26 miliar untuk 2.719 debitur, sedangkan Papua Barat Daya Rp129,87 miliar dengan 2.680 debitur,” katanya.
Guntur menjelaskan bahwa penyaluran KUR untuk debitur di Papua Barat maupun Papua Barat Daya didominasi oleh tiga sektor dengan realisasi Rp216,03 miliar atau sekitar 85,01 persen dari total penyaluran hingga akhir Agustus 2026.
Ketiga sektor dimaksud yaitu, perdagangan besar dan eceran dengan realisasi sebanyak Rp145,16 miliar, disusul sektor pertanian dan perburuan Rp47,96 miliar, serta sektor transportasi dan pergudangan Rp22,91 miliar.
“Ketiga sektor itu selalu mendominasi penyaluran KUR Regional Papua Barat,” ujarnya.
Dia menyebut bahwa penyalur KUR menggunakan tiga skema, yakni skema KUR mikro sebanyak Rp252,27 miliar (5.229 debitur), KUR super mikro Rp1,46 miliar (169 debitur), dan KUR kecil Rp0,40 miliar (satu debitur).
Peningkatan akses pembiayaan juga diharapkan mampu memperbesar kapasitas usaha, meningkatkan daya saing produk lokal, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif di wilayah Papua Barat dan Papua Barat Daya.
Pewarta: Fransiskus Salu Weking
Editor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.