pickleballvnz.com

Penutupan Bandara Riyadh Diperpanjang hingga Senin Pukul 04.00 WIB Pasca Serangan

 Berita International Minggu, 11 Oktober 2026 - 2...

Minggu, 11 Oktober 2026 - 20:04 WIB

Riyadh, VIVA – Otoritas Bandara Sipil Arab Saudi mengeluarkan Notice to Airmen (NOTAM) terkait perpanjangan penutupan bandara King Khalid Riyadh pasca serangan Houthi Sabtu (10/10/2026). Berdasarkan NOTAM tersebut penutupan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh diperpanjang hingga pukul 21.00 GMT atau senin (12/11/2026) pukul 04.00 WIB. 

Baca Juga

Melansir laman Al Jazeerah, hingga kini, belum ada pengumuman resmi dari otoritas Arab Saudi mengenai perpanjangan penutupan bandara tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut layanan pelacak penerbangan Flightradar24, sejumlah penerbangan dialihkan ke bandara lain atau dibatalkan. Pada satu waktu, hanya sebuah helikopter yang terlihat berputar-putar di atas area bandara.

Baca Juga

Kondisi WNI di Riyadh

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh menyampaikan bahwa belum ada laporan terkait Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban meninggal maupun luka dalam serangan yang menyasar Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi pada Sabtu.

Baca Juga

"Sampai rilis ini dibuat, tidak ada laporan Warga Negara Indonesia yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Informasi mengenai kemungkinan Warga Negara Indonesia di antara korban luka masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut," bunyi pernyataan KBRI Riyadh yang dikonfirmasi di Jakarta pada Minggu.

Jumlah WNI yang berada di Arab Saudi per Desember 2025 tercatat 361.147orang, dan KBRI Riyadh menegaskan bahwa pihaknya akan terus berkomunikasi dengan Otoritas Arab Saudi, serta melakukan pemantauan ke lapangan untuk memastikan ada atau tidak WNI yang menjadi korban dan menjalani perawatan pada Rumah Sakit di Riyadh dan sekitarnya.

Sebagai informasi, akibat serangan terbaru Houthi Sabtu waktu setempat tercatat 12 korban tewas terdiri dari 4 warga negara Arab Saudi, 2 warga Bangladesh, serta masing-masing 1 warga negara Amerika, Mesir, Yordania, Suriah, Palestina dan Sudan.  

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu para korban yang mengalami luka kini tengah menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit. Beberapa diantaranya dilaporkan berada di dalam kondisi kritis. 

Melansir, Reuters, serangan terhadap Arab Saudi pada Sabtu waktu setempat menjadi serangan paling mematikan di Arab Saudi dalam lebih dari satu dekade terakhir. Serangan itu terjadi tanpa peringatan, karena sistem peringatan ancaman Arab Saudi tidak mengeluarkan pemberitahuan apa pun sebelumnya.

Halaman Selanjutnya

Serangkaian serangan mematikan tersebut mengungkap kelemahan dalam kemampuan pertahanan Arab Saudi. Saat ini, kerajaan tersebut tengah melancarkan serangan udara terhadap kelompok Houthi untuk mendukung operasi darat pasukan pemerintah Yaman dalam menghadapi kelompok yang didukung Iran itu.