pickleballvnz.com

Pentagon Siapkan Rp3.074 Triliun, Produksi Patriot dan Kapal Selam Nuklir Dikebut |Republika Online

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pemerintah Amerika Serikat mengumumkan kontrak dan modifikasi kontrak bernilai maksimum gabungan 135,22 miliar dolar AS atau sekitar Rp2.441,8 triliun untuk meningkatkan produksi ruda...

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pemerintah Amerika Serikat mengumumkan kontrak dan modifikasi kontrak bernilai maksimum gabungan 135,22 miliar dolar AS atau sekitar Rp2.441,8 triliun untuk meningkatkan produksi rudal pencegat Patriot serta membangun kapal selam serang dan kapal selam rudal balistik bertenaga nuklir.

Nilai tersebut terdiri atas total kontrak multiyear Patriot PAC-3 Missile Segment Enhancement atau PAC-3 MSE sebesar 58,62 miliar dolar AS, setara sekitar Rp1.058,6 triliun, dan kontrak kapal selam senilai 76,6 miliar dolar AS atau sekitar Rp1.383,2 triliun.

Sebagaimana diberitakan The Wall Street Journal pada Kamis, 30 Juli 2026, kesepakatan berskala besar itu dirancang untuk memberi kepastian permintaan kepada produsen senjata dan galangan kapal dalam jangka panjang. Kepastian tersebut diharapkan memungkinkan kontraktor memperbesar fasilitas, merekrut pekerja, dan memesan komponen jauh sebelum seluruh produk selesai dibuat.

Namun, keseluruhan angka tersebut bukan uang tunai yang langsung dibayarkan Pentagon sekaligus. Sebagian merupakan nilai maksimum kontrak jangka panjang, sebagian ketentuannya masih harus difinalisasi, sedangkan pencairan dana tetap dilakukan secara bertahap melalui alokasi anggaran dan persetujuan Kongres AS.

Jika kontrak THAAD senilai maksimum 35 miliar dolar AS atau sekitar Rp632 triliun yang diumumkan pada Juni turut dihitung, total nilai maksimum ketiga program tersebut mencapai 170,22 miliar dolar AS, setara sekitar Rp3.073,8 triliun.

Modifikasi Patriot Senilai Rp972,6 Triliun

Pemerintah AS pada Rabu, 29 Juli 2026, memberikan kepada Lockheed Martin modifikasi kontrak tujuh tahun bernilai maksimum 53,86 miliar dolar AS atau sekitar Rp972,6 triliun untuk produksi pencegat PAC-3 MSE.

Modifikasi itu tidak berdiri sendiri. Lockheed Martin sebelumnya memperoleh kontrak tahun pertama senilai 4,7 miliar dolar AS atau sekitar Rp84,9 triliun pada April 2026. Penjumlahan keduanya membawa nilai keseluruhan kontrak multiyear Patriot menjadi 58,62 miliar dolar AS atau sekitar Rp1.058,6 triliun.

Pembedaan angka tersebut penting. Nilai 53,86 miliar dolar AS merupakan plafon modifikasi terbaru, sedangkan 58,62 miliar dolar AS adalah nilai maksimum keseluruhan program tujuh tahun yang mencakup kontrak awal pada April.

Kontrak itu berbentuk undefinitized contract action atau UCA. Dalam mekanisme tersebut, pekerjaan dapat mulai dijalankan sebelum seluruh harga, jadwal pengiriman, dan ketentuan kontrak diselesaikan secara final. Karena itu, nilai maksimum kontrak tidak otomatis sama dengan dana yang pasti dibelanjakan seluruhnya.

Sebagaimana diberitakan Reuters pada Rabu, 29 Juli 2026, kesepakatan tersebut mengubah pesanan satu tahun menjadi rencana pengadaan tujuh tahun yang mencakup tahun fiskal 2026 hingga 2032. Langkah itu ditempuh ketika penggunaan persenjataan dalam konflik di Iran dan Ukraina meningkatkan kekhawatiran mengenai ketahanan persediaan rudal pertahanan udara AS.