Pentagon Ingin Tutup Lebih Banyak Dokumen dari Publik, Ada Apa? |Republika Online
Pentagon di Arlington, Virginia, AS. REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pentagon mengajukan usulan yang berpotensi mengubah wajah keterbukaan informasi di Amerika Serikat. Jika disetujui Kong...
Pentagon di Arlington, Virginia, AS.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pentagon mengajukan usulan yang berpotensi mengubah wajah keterbukaan informasi di Amerika Serikat. Jika disetujui Kongres, Departemen Pertahanan akan memiliki kewenangan baru untuk menahan ribuan dokumen yang selama ini tidak tergolong rahasia dari akses publik. Apa yang sebenarnya ingin disembunyikan?
"Hal terakhir yang dibutuhkan pemerintah adalah kewenangan baru untuk menahan informasi berdasarkan FOIA." Pernyataan keras itu disampaikan Penasihat Senior American Civil Liberties Union (ACLU), Brett Max Kaufman, yang menilai proposal Pentagon justru memperburuk budaya kerahasiaan di pemerintahan federal. Mengapa organisasi hak sipil langsung bereaksi sekeras itu?
Usulan yang dikirim Pentagon ke Kongres pada akhir Juni itu akan memberikan dasar hukum baru bagi Menteri Pertahanan untuk menolak membuka dokumen berstatus Controlled Unclassified Information (CUI) atau Informasi Tak Terklasifikasi yang Dikendalikan. Dokumen semacam ini bukan rahasia negara, tetapi dianggap memuat informasi sensitif. Selama ini status CUI hanya berfungsi sebagai penanda administratif, bukan alasan hukum untuk menolak permintaan informasi publik. Lalu apa yang berubah?
Jawabannya terletak pada satu pasal baru yang diinginkan Pentagon. Melalui aturan tersebut, dokumen CUI dapat ditahan apabila Departemen Pertahanan menilai isinya berkaitan dengan kerentanan pertahanan nasional dan risiko pembukaannya dianggap lebih besar dibanding kepentingan publik untuk mengetahuinya. Kriteria itu dinilai sangat luas. Siapa yang nantinya menentukan batasannya?
Selama hampir enam dekade, Undang-Undang Kebebasan Informasi atau Freedom of Information Act (FOIA) menjadi salah satu instrumen utama masyarakat Amerika mengawasi pemerintah. Sejak diberlakukan pada 1966, FOIA mewajibkan lembaga federal membuka dokumen kepada publik, kecuali yang masuk dalam sembilan pengecualian yang secara tegas diatur undang-undang. Apakah mekanisme itu kini dianggap tidak lagi cukup?
Arsip Nasional Amerika Serikat (NARA), lembaga yang mengawasi sistem CUI, selama ini berulang kali menegaskan bahwa pemberian label CUI tidak otomatis membuat sebuah dokumen boleh dirahasiakan. Untuk menolak permintaan informasi, setiap lembaga tetap wajib menggunakan salah satu pengecualian dalam FOIA. Proposal Pentagon justru akan membalik prinsip tersebut. Mengapa?
Direktur Center for Defense Information di Project on Government Oversight (POGO), Greg Williams, menyebut proposal itu sebagai "kekhawatiran yang signifikan". Menurutnya, definisi CUI selama ini sudah sangat luas sehingga mudah digunakan secara berlebihan.
"Ketika saya masih menjadi kontraktor, panduan tidak resminya sederhana: kalau ragu, beri label CUI," ujar Williams kepada CBS News pada Rabu (15/7/2026).