Peningkatan tutupan lahan Kaltim pulihkan daya dukung alam - ANTARA News Kalimantan Timur
Samarinda (ANTARA) - Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Timur memacu peningkatan luas tutupan lahan vegetasi, khususnya pada kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) guna memulihkan daya dukung alam dan memitigasi r...
Samarinda (ANTARA) - Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Timur memacu peningkatan luas tutupan lahan vegetasi, khususnya pada kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) guna memulihkan daya dukung alam dan memitigasi risiko bencana ekologis di wilayah tersebut.
"Peningkatan tutupan lahan ini merupakan langkah krusial untuk memperbaiki kondisi ekosistem agar daya dukung alam dalam menyerap air, mengurangi sedimentasi, serta mencegah banjir dapat kembali optimal," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kehutanan Kaltim Rusmadi di Samarinda, Jumat.
Berdasarkan Rencana Strategis (Renstra) Dinas Kehutanan, pemerintah provinsi memproyeksikan target penambahan tutupan lahan di kawasan DAS dapat mencapai 465.671 hektare pada tahun 2026.
Pemulihan ekosistem hutan tersebut ditargetkan terus didorong secara bertahap dan berkelanjutan hingga menyentuh luasan 542.914 hektare pada tahun 2030.
"Fokus utama prioritas rehabilitasi ini memang kami arahkan pada perbaikan kawasan DAS guna mengembalikan kualitas lingkungan secara keseluruhan, sekaligus mengamankan ketahanan air masyarakat," ujar Rusmadi.
Selain memulihkan kawasan sempadan sungai, imbuh dia, percepatan peningkatan tutupan lahan vegetasi ini juga menjadi solusi strategis pemerintah daerah dalam menangani luasan lahan kritis di Kalimantan Timur yang saat ini tercatat mencapai 274.477 hektare.
Upaya penanaman kembali hutan dan lahan yang terdegradasi ini diyakini pihaknya berkontribusi langsung pada pencapaian target penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) dan mendukung perwujudan lingkungan dengan ketahanan iklim.
Tutupan lahan hutan di Kalimantan Timur saat ini mencapai sekitar 62 persen dari total luas wilayah provinsi. Luas tersebut setara dengan kurang lebih 7,9 juta hektare. Kawasan ini mencakup hutan lahan kering primer dan sekunder, hutan mangrove, hutan rawa, serta hutan tanaman.
"Pemulihan fungsi tutupan lahan ini pada akhirnya tidak sekadar menekan potensi kerusakan daya dukung alam, tetapi juga memperkuat fondasi pelestarian keanekaragaman hayati demi keberlanjutan hidup warga," tutur Rusmadi.
Pewarta: Ahmad Rifandi
Editor : M.Ghofar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.