Pengusaha Ungkap Kriteria Laptop Idaman, Bukan Cuma After-Sales
Jakarta, CNBC Indonesia - Bagi pelaku UKM (Usaha Kecil Menengah) dengan mobilitas tinggi, keandalan laptop dilihat dari berbagai faktor. Salah satunya kemudahan layanan purna-jual (after-sales) global yang siap...
Jakarta, CNBC Indonesia - Bagi pelaku UKM (Usaha Kecil Menengah) dengan mobilitas tinggi, keandalan laptop dilihat dari berbagai faktor. Salah satunya kemudahan layanan purna-jual (after-sales) global yang siap membantu di negara mana pun mereka berada.
Kemudahan servis dan penggantian unit di mana saja menjadi salah satu nilai tambah yang membuat Revano Satria, founder dan curator RSI Group dan Retired Space, memilih perangkat Apple sebagai 'alat tempur'-nya dalam menjalankan bisnis.
Pilihan Redaksi
- Review MacBook Neo: Laptop Termurah Apple, Cocok Buat Siapa?
- Pedagang Kecil Bisa Bangkrut Dihantam Krisis 2026, Kondisinya Parah
- Daftar 10 Laptop Baterai Terawet, Nomor 1 Tahan 34 Jam Harga Rp16 Juta
- Cocok Buat Livestream, Kamera Canon EOS R50 V Jadi Pilihan Kreator
Menurut Revano, banyak pengguna di Indonesia belum menyadari bahwa servis perangkat Apple bisa dilakukan secara internasional tanpa proses yang rumit. Ia pun membagikan pengalamannya menggunakan laptop MacBook selama bertahun-tahun saat bekerja di berbagai negara.
"Yang banyak orang enggak sadar, saya sudah pakai dari lama, keliling dunia, dan bisa dengan mudah melakukan penggantian [unit atau komponen] di mana saja," kata Revano di Jakarta, Kamis (13/8/2026).
Ia menceritakan pernah membawa MacBook-nya ke Inggris ketika speaker mengalami kerusakan. Setelah diperiksa, perangkat tersebut langsung diganti tanpa proses yang berbelit.
"Ternyata enggak ada masalah. Saya beli dari [negara lain], saya bawa ke sana [untuk diservis]," ujar Revano.
Senada dengan itu, Co-Founder dan CEO Assemblr Group, Hasbi Asyadiq, menilai Apple membangun pengalaman pengguna secara menyeluruh, tidak hanya berfokus pada perangkat semata. Ia mengatakan perusahaan tersebut memikirkan seluruh proses secara detail, mulai dari pengalaman di Apple Store, layanan teknisi, hingga sistem internal.
"Apple tuh sangat holistik mikirin semuanya. Experience-nya tuh bener-bener beyond the device. Everything," kata Hasbi dalam kesempatan yang sama.
Menurut dia, kesederhanaan yang ditawarkan Apple justru menjadi pencapaian tertinggi karena dibangun melalui pendekatan end-to-end yang berorientasi pada pengalaman pengguna.
Perlu dicatat, Apple Store yang merupakan jaringan toko ritel resmi yang dimiliki dan dioperasikan langsung oleh Apple, belum tersedia di Indonesia. Penjualan perangkat Apple selama ini dilakukan melalui Apple Authorized Reseller seperti iBox dan Digimap.
Sementara itu, layanan purna-jual perangkat Apple dipercayakan melalui saluran seperti iBox Service Center, Digimap Service, dan mitraCare. Untuk beberapa kasus, perbaikan perangkat Apple bisa dilakukan di dalam negeri. Namun, ada kasus-kasus kerusakan yang lebih serius yang kerap mengharuskan perangkat dikirim ke luar negeri, sehingga membutuhkan waktu perbaikan lebih lama.
Kriteria Laptop Incaran Pelaku UKM
Selain layanan purna-jual, para pelaku usaha juga mengungkapkan kriteria utama saat memilih laptop dalam mendukung operasional bisnis.
Founder Massicot, Amanda Mitsuri, mengatakan desain dan kinerja menjadi faktor pertama yang ia pertimbangkan. Sebagai seorang desainer, ia membutuhkan perangkat yang stabil dan minim gangguan.
"Karena aku desainer juga, aku akan mencari satu desain yang baik. Dan itu semua ada di Apple. Se-simple itu. Karena visualnya lumayan besar ya. Dan gak pernah ada bugs, gak pernah ada hal-hal lain," ucap Amanda.
Sementara itu, Hasbi menempatkan reliabilitas sebagai faktor paling penting. Menurut dia, kualitas perangkat keras (hardware) , desain yang sederhana, serta akurasi layar sangat menentukan produktivitas, khususnya bagi pelaku industri kreatif.
"Buat saya, reliability. Hardware-nya berkualitas, desainnya sederhana, dan untuk kebutuhan kreatif, display-nya sangat dekat dengan warna asli. Sulit membandingkannya dengan ekosistem lain," ujarnya.
Di sisi lain, Revano justru mengaku ketertarikannya pada Apple bermula dari desain fisik produknya, bahkan sebelum memahami sistem operasinya. Ia mengatakan desain Apple terlihat berbeda dibanding laptop lain yang menurutnya dipenuhi sambungan, baut, dan komponen yang tidak perlu.
Menurut dia, Apple berani mengorbankan kemudahan produksi demi memberikan pengalaman yang lebih baik bagi pengguna. Dalam beberapa tahun terakhir, terutama setelah Apple mengembangkan chip buatannya sendiri, ia menilai lonjakan performa perangkat tersebut sudah sangat jauh dibanding kompetitor.
"Sudah jauh sekali performanya. The performance leap itu sudah enggak usah dibandingin, terlalu jauh. Jadi kalau dulu, sometimes when I met someone, kita debate lah, masih bisa debate lah," kata dia.
Fitur Terbaik di Ekosistem Apple Bagi Pelaku UKM
Fitur kolaborasi lintas perangkat dan iCloud menjadi dua kemampuan di ekosistem Apple yang paling dirasakan manfaatnya oleh para pelaku usaha. Keduanya dinilai mampu mempercepat koordinasi tim, menyederhanakan alur kerja, hingga memudahkan pengelolaan data perusahaan.
Hasbi mengatakan fitur Collaboration menjadi yang paling berguna untuk mendukung pekerjaannya. Menurutnya, kemampuan bekerja secara bersama-sama di berbagai perangkat membuat proses kolaborasi antardivisi menjadi lebih efisien.
Ia menjelaskan bahwa timnya terdiri dari berbagai fungsi, mulai dari tim kreatif hingga copywriter. Dalam pekerjaan sederhana seperti membuat presentasi atau deck, seluruh anggota tim dapat mengerjakannya secara bersamaan tanpa hambatan.
"Kita bisa melakukannya seamless, kita bisa melakukannya di mana pun, dan syncing across devices. Saya pikir itu terdengar simpel, tapi itu sangat berguna," jelasnya.
Sementara itu, Amanda yang mengelola tim yang relatif kecil menilai fitur kolaborasi tetap menjadi elemen yang paling penting dalam operasional bisnis. Menurutnya, fitur tersebut membantu seluruh anggota tim mengikuti perkembangan pekerjaan sehingga tidak ada yang tertinggal.
"Kolaborasi itu membuat semua bisa catch up, tidak ada yang ketinggalan, dan tahu progres pekerjaan. Dalam bisnis, meski tim kecil, kekurangan komunikasi bisa berdampak besar. Kelihatannya sederhana, tapi sangat berdampak," kata Amanda.
Di sisi lain, Revano justru memilih iCloud sebagai fitur paling penting dalam ekosistem Apple. Ia mengatakan seluruh operasional kantornya bergantung pada iCloud karena semua data perusahaan tersimpan dalam satu akun yang digunakan bersama di lingkungan kerja.
"iCloud adalah segalanya untuk perusahaan saya. Semua data kantor ada di sana, dan seluruh tim menggunakan perangkat Apple," ujar Revano.
Menurutnya, sistem tersebut sangat memudahkan ketika ada anggota tim baru atau perangkat baru yang digunakan. Cukup dengan login menggunakan akun iCloud, seluruh data dan kebutuhan kerja langsung tersedia.
"Dengan satu iCloud, seluruh ekosistem kerja kami ada di sana. Semua data lengkap di situ. Saat ada orang baru, tinggal login iCloud dan semuanya langsung siap. Itu benar-benar menyelamatkan," ia memungkasi.
(fab/fab)
[Gambas:Video CNBC]