Pengunjung wisata padati kawasan perkampungan masyarakat Badui - ANTARA News Megapolitan
Lebak (ANTARA) - Pengunjung wisata dari berbagai daerah di Provinsi Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat, memadati perkampungan masyarakat Badui di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten, sambil berburu buah durian....
Lebak (ANTARA) - Pengunjung wisata dari berbagai daerah di Provinsi Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat, memadati perkampungan masyarakat Badui di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten, sambil berburu buah durian.
"Kita bersyukur dua hari terakhir ini kunjungan wisata Badui meningkat tajam hingga menimbulkan kemacetan kendaraan sejauh dua kilometer," kata Sekretaris Desa Kanekes, Kabupaten Lebak, Medi saat dihubungi di Lebak, Minggu.
Pengunjung wisata atau saba budaya yang bersilaturahmi dengan masyarakat Badui selama ini di atas 7.000 orang.
Kebanyakan wisatawan itu rombongan dari perusahaan, sekolah hingga perguruan tinggi untuk menikmati panorama alam sambil membeli buah durian Badui.
Dimana buah durian memiliki keunggulan legit, beraroma, manis, dan buahnya tebal.
Menurut dia, perputaran uang di kawasan perkampungan Badui sejak dua hari terakhir bisa mencapai Rp1,4 miliar jika pengunjung 7.000 orang dengan belanja rata-rata Rp200 ribu per orang.
Dimana pelaku UMKM masyarakat Badui dengan berbagai produk mulai kain tenun, pakaian adat, batik, selendang, pengingkat kepala (lomar), tas koja, golok, madu, souvenir dan lainnya.
Selain itu juga andalan ekonomi masyarakat Badui dengan memasuki musim panen durian, sehingga banyak pengunjung menjadi buah oleh -oleh.
"Hampir semua pengunjung ke sini pulang membawa buah tangan durian," kata Medi.
Seli, pengunjung saba budaya warga Jakarta, mengatakan pihaknya bersama rombongan berkunjung ke Badui untuk menikmati panorama alam kawasan Badui yang hijau dan asri juga sambil makan bareng durian.
Kondisi topografi pemukiman Badui yang terdiri dari perbukitan dan pegunungan, kata dia, menjadi tantangan tersendiri.
"Kami bersama rombongan berjalan kaki dengan topografi perbukitan dan menembus hutan dan menuju pemukiman Badui di Kampung Kadu Gajah sangat melelahkan, meski sepanjang tiga kilometer, namun setelah makan durian kelelahan hilang," kata Seli.
Sementara itu Yance , warga Tangerang, bersama rombongan komunitas mengunjungi saba budaya Badui untuk melihat kehidupan masyarakat adat, juga membeli durian dengan harga Rp30 ribu sampai Rp100 ribu per butir.
Ia mengatakan kehidupan masyarakat Badui luar biasa dengan kesederhanaan mampu menjaga alam, sehingga memberikan pelajaran bagi masyarakat untuk mencintai alam agar tidak rusak.
"Kami sudah dua kali ke perkampungan Badui dan orangnya baik serta hidupnya sederhana," kata Yance.
Pewarta: Mansyur suryana
Uploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.