Pengamat: Rossi Jago tapi Nggak Bisa Juara di Ducati Kayak Marquez
Jakarta - Mantan rider yang sekarang menjadi pengamat MotoGP, Ruben Xaus, memuji kehebatan Valentino Rossi saat masih aktif membalap di MotoGP. Meski demikian, dia menegaskan, sehebat-hebatnya The Doctor, ada s...
Jakarta -
Mantan rider yang sekarang menjadi pengamat MotoGP, Ruben Xaus, memuji kehebatan Valentino Rossi saat masih aktif membalap di MotoGP. Meski demikian, dia menegaskan, sehebat-hebatnya The Doctor, ada satu prestasi yang gagal diraih: juara bersama Ducati.
Rossi membela Ducati selama dua musim, yakni sejak 2011 hingga 2012. Namun, selama periode tersebut, dia hanya mampu meraih tiga podium tanpa kemenangan. Sementara di lain sisi, Marc Marquez, sukses meraih juara dunia di musim pertamanya bersama tim pabrikan Ducati.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Márquez bisa dibilang evolusi dari Rossi. Dia menyempurnakan beberapa hal yang sebelumnya telah dilakukan Valentino. Marc juga belajar dari Rossi tentang cara menangani situasi media dan cara agar tidak terjebak dalam permainan tertentu," ujar Xaus, dikutip dari Motosan.es, Rabu (2/9).
Marc Marquez Foto: REUTERS/Bernadett Szabo
"Tapi Marquez justru berhasil mencapai sesuatu yang belum pernah dicapai Rossi sepanjang kariernya: meraih juara bersama Ducati," tambahnya.
Ada yang bilang, ketika dibela Rossi, motor Ducati belum sekompetitif sekarang. Namun, Casey Stoner bisa meraih juara dunia bersama tim bernuansa merah itu di musim 2007.
Meski demikian, Xaus menegaskan, Rossi merupakan sosok yang membuat Stoner dan Marquez tumbuh menjadi pebalap hebat. Sebab, tanpa legenda Italia tersebut, keduanya mungkin tak punya lawan yang benar-benar kompetitif.
"Valentino membuat Stoner dan Márquez menjadi lebih hebat, karena keduanya tumbuh dengan sosok panutan di hadapan mereka. Ibarat ada wortel yang digantung di depan seekor kuda: ada sesuatu yang terus-menerus memacu Anda," tuturnya.
Casey Stoner dan Marc Marquez. Foto: Getty Images/Mirco Lazzari gp
Meski gagal tampil baik bersama Ducati, namun Rossi tetap dianggap pebalap hebat. Jasanya untuk MotoGP, kata Xaus, tak perlu dibahas lagi.
"Valentino adalah seorang kreator. Seorang visioner. Dia terjun ke dunia balap motor dan membangun citra merek di sekeliling dirinya. Dia menyumbangkan karisma, citra, dan gaya khasnya dalam menyuguhkan pertunjukan," tuturnya.
"Dia mengubah dunia olahraga balap motor. Dia sangat cerdas saat balapan; dia tahu cara menghadapi para rivalnya, tahu cara mengendalikan situasi, dan yang terpenting, dia tidak memperlihatkan kelemahannya. Itulah salah satu kekuatan terbesarnya," kata dia menambahkan.
(sfn/dry)