Pengamat dorong ATPM perkuat strategi hadapi sensitivitas konsumen
Jakarta (ANTARA) - Pengamat Ekonomi Senior dari Perbanas, Josua Pardede menilai bahwa Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) perlu memperkuat strategi menghadapi kondisi pasar yang kian sensitif terutama terhadap h...
Jakarta (ANTARA) - Pengamat Ekonomi Senior dari Perbanas, Josua Pardede menilai bahwa Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) perlu memperkuat strategi menghadapi kondisi pasar yang kian sensitif terutama terhadap harga dalam menjaga penjualan pada semester mendatang.
Menurut dia, segmen Low Cost Green Car (LCGC) untuk kelas menengah sebagian besar turun kelas ke pasar mobil bekas, sehingga persaingan harga tidak terhindarkan lagi untuk ATPM karena membuat konsumen menjadi sangat sensitif terhadap hal ini. Mengingat jika tersedia pilihan dengan harga lebih rendah, konsumen cenderung memilih produk yang lebih terjangkau.
“Jadi artinya ini pun juga harus direfleksikan lagi kepada ATPM apakah dengan pemberian harga (pricing) yang ditekan terus ini sampai mempengaruhi kinerjanya, karena ATPM juga harus melakukan investasi ke depannya,” ujar Josua saat ditemui usai dialog otomotif di Tangerang, pada Rabu.
Baca juga: Alih bisnis MMI ke Eurokars keputusan prinsipal
Baca juga: Bengkel ATPM wajib layani uji emisi kendaraan merek tertentu
Wakil Ketua Komite Tetap Studi Ekonomi Global Strategis di Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) untuk periode 2024–2029 itu mengatakan, ATPM perlu menyusun strategi mengelola kondisi margin compression yang terjadi saat ini dan juga menyiapkan alokasi untuk investasi dengan harapan bahwa kondisi konsumsi akan membaik lagi ke depannya.
Josua berharap ATPM bisa melakukan ekspansi dan investasi ke depan seiring dengan membaiknya kondisi pasar. Menurutnya, saat ini belanja modal atau capital expenditure (capex) sebagian besar pelaku usaha masih cenderung terbatas akibat adanya ketidakpastian global serta kebijakan domestik yang dinilai belum sepenuhnya memberikan kepastian.
“Artinya bila seandainya kebijakan program prioritas pemerintah belum begitu memacu untuk bisa menggerakkan spending masyarakat. Jadi mungkin itu yang harus di tonjolkan dari pemerintah,” ujar dia.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pertumbuhan penjualan mobil menjadi salah satu indikator yang menunjukkan permintaan dan daya beli di pasar domestik tetap terjaga. Penjualan mobil tumbuh 32,9 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada Juni 2026, sementara penjualan sepeda motor tumbuh 1,1 persen (yoy).
Dalam hal ini, pentingnya sinergi antara regulasi pemerintah dan kesiapan pelaku industri untuk memperkuat daya saing industri otomotif nasional. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi kunci dalam menjaga momentum pertumbuhan industri sekaligus mengakselerasi transformasi menuju kendaraan berteknologi rendah emisi.
Baca juga: ATPM sambut baik kebijakan relaksasi PPnBM
Baca juga: Pertamina mulai salurkan BBM Euro 4 untuk ATPM otomotif
Baca juga: Bisnis logistik tumbuh, ATPM perkuat layanan purna jual
Pewarta: Sri Dewi Larasati
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026
- Tags
- atpm
- penjualan mobil