pickleballvnz.com

Peneliti Australia temukan penurunan populasi dugong sebesar 50 persen

Para peneliti Australia telah mencatat penurunan sebesar 50 persen pada populasi dugong di salah satu wilayah dengan populasi terpenting secara global, yaitu Teluk Carpentaria di ANTARA News jogja 18 ...

Peneliti Australia temukan penurunan populasi dugong sebesar 50 persen

Rabu, 2 September 2026 17:25 WIB

Image Print

Tim Resor Jembrana bersama tim dokter hewan Yayasan Jaringan Satwa Indonesia melakukan nekropsi terhadap seekor mamalia Dugong atau Duyung (Dugong dugon) di Pantai Desa Perancak, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Bali, Sabtu (19/7/2025). (ANTARA/HO-Humas BKSDA Bali)

Islamabad (ANTARA) - Para peneliti Australia telah mencatat penurunan sebesar 50 persen pada populasi dugong di salah satu wilayah dengan populasi terpenting secara global, yaitu Teluk Carpentaria di lepas pantai utara Australia, lapor Australian Broadcasting Corporation.

Mamalia laut itu diklasifikasikan sebagai spesies rentan dalam daftar spesies terancam punah yang disusun oleh lembaga konservasi internasional.

Chris Cleguer, seorang peneliti di James Cook University (JCU), mengatakan bahwa survei udara yang dilakukan timnya di teluk tersebut pada 2025 - bekerja sama dengan ilmuwan dari Charles Darwin University (CDU) dan kelompok penjaga lingkungan masyarakat adat - menghasilkan temuan mengejutkan mengenai jumlah hewan tersebut saat ini.

Dia menambahkan bahwa pada 2007, perkiraan populasi dugong di seluruh wilayah teluk mencapai sekitar 10.000 ekor, namun jumlah tersebut turun menjadi 5.000 ekor pada 2025.

Hasil penghitungan langsung mencatat keberadaan 305 ekor dugong di teluk tersebut pada 2025, dibandingkan dengan 471 ekor pada 2007.

Perubahan terbesar, menurut Cleguer, terjadi di perairan Queensland; tercatat ada 63 ekor dugong pada 2025, dibandingkan dengan 231 ekor pada 2007.

Baca juga: WWF-KKP melibatkan masyarakat melestarikan dugong

Dia menambahkan bahwa jeda waktu yang cukup lama, yakni 18 tahun, antara kedua survei tersebut menyulitkan upaya menentukan tren atau penyebab perubahan jumlah populasi tersebut.

"Analisis masih terus dilakukan; kami masih perlu menambahkan lebih banyak data ke dalam analisis kami, namun angka-angka ini mengkhawatirkan," katanya.

Para peneliti memperingatkan bahwa pemulihan populasi dugong mungkin akan sangat sulit dicapai.

"Hal ini sungguh mengkhawatirkan. Mereka adalah hewan yang berumur panjang serta lambat dalam berkembang biak dan mencapai kematangan seksual, jadi, untuk memulihkan perubahan atau penurunan populasi ini, dibutuhkan waktu bertahun-tahun," kata Rachel Groom, ilmuwan kelautan dari CDU.

Meskipun para ilmuwan belum dapat memastikan penyebab perubahan jumlah populasi tersebut, mereka juga mencatat adanya penurunan drastis pada padang lamun - sumber makanan utama dugong - dalam beberapa tahun terakhir.

Mereka menduga bahwa praktik penangkapan ikan komersial menggunakan jaring insang turut mengurangi jumlah populasi dugong.

Pemerintah Queensland dan Northern Territory telah menghentikan praktik penangkapan ikan dengan jaring insang di beberapa bagian teluk, dan pihak Northern Territory telah menjanjikan pemberlakuan larangan total terhadap metode tersebut pada akhir tahun depan.

Sumber: Anadolu

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Peneliti Australia temukan penurunan populasi dugong sebesar 50 persen

Pewarta : Cindy Frishanti Octavia
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026