Pendekatan pembangunan berbasis desa di Lampung jadi model percontohan
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rahmat Pambudy mengatakan bahwa pendekatan pembangunan berbasis desa yang ANTARA News lampung 27 ...
Pendekatan pembangunan berbasis desa di Lampung jadi model percontohan
Jumat, 24 Juli 2026 22:02 WIB
Menteri PPN/Kepala Bappenas Rahmat Pambudy mengunjungi Kantor Gubernur Provinsi Lampung di Bandarlampung, Jumat (24/7/2026). ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi.
Bandarlampung (ANTARA) - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rahmat Pambudy mengatakan bahwa pendekatan pembangunan berbasis desa yang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Lampung akan menjadi model percontohan nasional.
"Kami menilai perencanaan pembangunan harus disusun berdasarkan kondisi riil di daerah, terutama dari tingkat desa," ujar Rahmat Pambudy di Bandarlampung, Jumat.
Ia mengatakan, adanya identifikasi persoalan yang disampaikan Pemerintah Provinsi Lampung, menjadi modal penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan nasional.
"Dengan apa yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Lampung, Bappenas akan menjadikan pendekatan pembangunan berbasis desa di Lampung sebagai salah satu model perencanaan pembangunan," katanya.
Dia menjelaskan pertumbuhan ekonomi tidak cukup hanya tinggi, tetapi juga harus diikuti pemerataan kesejahteraan masyarakat sehingga dibutuhkan pendekatan pembangunan yang dimulai dari desa.
"Di Indonesia Timur ada daerah yang pertumbuhannya sampai 20 persen, tetapi pemerataannya rendah sekali. Kami tidak ingin seperti itu. Kami ingin pertumbuhan tinggi dan pemerataan juga tinggi. Caranya yakni dengan pelaksanaan hilirisasi berbasis pertanian," ucap dia.
Menurut Rahmat, pengembangan atau hilirisasi komoditas ubi kayu memiliki prospek strategis bagi masa depan Indonesia, termasuk sebagai bagian dari pengembangan energi terbarukan dan industri berbasis pertanian.
"Bappenas siap mempelajari seluruh usulan yang disampaikan Pemerintah Provinsi Lampung untuk dirumuskan menjadi solusi dan program pembangunan," tambahnya.
Tanggapan tambahan dikatakan oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal. Pemerintah Provinsi Lampung berupaya untuk mempercepat transformasi ekonomi desa.
"Program tersebut antara lain dengan pembangunan fasilitas produksi pupuk hayati cair di 2.500 desa, pembangunan pengering atau dryer hasil pertanian di 500 desa, peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui program vokasi, serta penguatan hilirisasi komoditas pertanian melalui Program Desa Ku Maju," ujar Mirza, panggilan akrabnya.
Melalui program tersebut, pemerintah daerah mendorong agar komoditas pertanian tidak lagi dijual dalam bentuk bahan mentah, melainkan diolah menjadi produk bernilai tambah di tingkat desa.
Ia mengungkapkan masih banyak komoditas unggulan Lampung yang belum diolah secara optimal. Dan kondisi tersebut menjadi peluang besar untuk meningkatkan nilai tambah melalui pengembangan industri pengolahan di daerah.
"Kami berharap Bappenas mendukung pengembangan kawasan industri pangan di Lampung sebagai pusat hilirisasi komoditas pertanian nasional. Langkah tersebut akan memperkuat nilai tambah produk pertanian, meningkatkan daya saing industri pengolahan, sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah," tambahnya.
Pewarta : Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor:
Citro Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.