Pemprov NTT membangun kebun bibit unggul rumput laut tekan ice-ice
Pemerintah Provinsi NTT menyatakan pembangunan kebun bibit unggul rumput laut di Desa Akle, Kecamatan Semau Selatan, Kabupaten Kupang sebagai salah satu program prioritas pada ANTARA News ntt 2 ...
Pemprov NTT membangun kebun bibit unggul rumput laut tekan ice-ice
Selasa, 28 Juli 2026 17:16 WIB
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT, Stefania Tunga Boro saat diwawancarai di Kupang, Selasa. ANTARA/Kornelis Kaha
Kupang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi NTT menyatakan pembangunan kebun bibit unggul rumput laut di Desa Akle, Kecamatan Semau Selatan, Kabupaten Kupang sebagai salah satu program prioritas pada 2027 untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menekan serangan penyakit ice-ice.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT, Stefania Tunga Boro, di Kupang, Selasa mengatakan kebun bibit tersebut akan menjadi pusat penyediaan bibit unggul yang sehat, adaptif terhadap perubahan iklim, dan lebih tahan terhadap serangan penyakit.
"Kebun bibit ini juga akan menjadi lokasi percontohan penerapan teknologi budidaya yang baik sekaligus pusat pembelajaran bagi para pembudidaya rumput laut di NTT," katanya.
Menurut dia, penyakit ice-ice masih menjadi tantangan utama budidaya rumput laut di NTT karena sangat dipengaruhi perubahan kualitas perairan dan kondisi iklim.
Karena itu, pemerintah daerah mendorong penggunaan bibit unggul yang lebih adaptif melalui pembangunan kebun bibit di sentra produksi sebagai upaya menjamin ketersediaan bibit berkualitas dan mengurangi risiko kegagalan panen.
Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi NTT membangun ekosistem industri rumput laut yang terintegrasi dari hulu hingga hilir sehingga komoditas unggulan daerah itu mampu memberikan nilai tambah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Selain pembangunan kebun bibit di Desa Akle, Pemprov NTT melalui BLUD UPTD Pengelola Taman Perairan Kepulauan Alor dan Laut sekitarnya juga mengembangkan inovasi pembibitan bekerja sama dengan Politeknik Pertanian Negeri Kupang.
Hasil penelitian sejak 2024 menunjukkan penurunan produktivitas, salah satunya disebabkan penggunaan bibit lokal yang telah diturunkan berulang kali sehingga kualitas genetiknya menurun.
Sebagai solusi, dikembangkan bibit rumput laut hasil kultur jaringan (tissue culture) untuk jenis Sakol (Kappaphycus striatum) yang memiliki pertumbuhan lebih cepat, lebih adaptif terhadap kondisi perairan lokal, serta lebih tahan terhadap tekanan lingkungan.
Stefania mengatakan pemerintah juga memperkuat pendampingan teknis kepada pembudidaya melalui penyuluh perikanan, mulai dari pemilihan musim tanam, pengelolaan kualitas perairan, penerapan Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB), biosekuriti sederhana, hingga pemantauan kondisi lingkungan secara berkala.
Ia berharap sinergi penyediaan bibit unggul, inovasi teknologi, dan pendampingan kepada pembudidaya dapat meningkatkan produktivitas rumput laut sekaligus memperkuat daya saing sektor kelautan dan perikanan NTT.
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.