pickleballvnz.com

Pemprov NTB perbaiki jalan depan RSUD Sering Sumbawa

Tim Reaksi Cepat (TRC) Infrastruktur Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai menangani ruas jalan di depan RSUD Sering, Kabupaten Sumbawa. Kepala Dinas PUPR-PKP ANTARA News mataram 38 ...

Mataram (ANTARA) - Tim Reaksi Cepat (TRC) Infrastruktur Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai menangani ruas jalan di depan RSUD Sering, Kabupaten Sumbawa.

Kepala Dinas PUPR-PKP NTB, Lalu Kusuma Wijaya, mengatakan pekerjaan fisik telah dimulai sejak Senin 27 Juli dengan penghamparan lapis pondasi agregat (LPA). Selanjutnya, pengerjaan akan dilanjutkan dengan peningkatan drainase.

"Mulai kemarin teman-teman di sana hampar lapisan pondasi agregat (LPA), setelah itu dilanjutkan dengan perbaikan drainase," ujar Kusuma pada wartawan di Mataram, Jumat.

Untuk fokus pekerjaan meliputi peningkatan badan jalan, pengaspalan ulang, serta pembenahan sistem drainase untuk mengatasi genangan yang selama ini kerap terjadi di kawasan rumah sakit tersebut.

Menurutnya, ruas jalan di depan RSUD Sering memiliki bentuk cekungan sehingga hampir setiap musim hujan selalu tergenang. Kondisi tersebut tidak hanya mempercepat kerusakan jalan, tetapi juga menyebabkan air sulit keluar dari area rumah sakit.

"Di sana memang ada cekungan, jadi sangat berpotensi selalu ada genangan setiap musim hujan," ujar Kusuma.

Karena itu, selain meninggikan badan jalan melalui proses leveling sebelum pengaspalan ulang, Pemprov NTB, juga membenahi saluran drainase agar aliran air lebih lancar dan tidak menggenangi jalan maupun kawasan rumah sakit.

"Insya Allah paling tidak mengurangi tempat itu jadi selalu genangan. Kalau musim hujan itu membahayakan. Air di dalam rumah sakit juga enggak bisa keluar, jadi rumah sakitnya ikut tergenang," katanya.

Kusuma menuturkan panjang ruas yang ditangani mencapai hampir dua kilometer. Penanganan dilakukan secara menyeluruh agar kerusakan jalan tidak kembali terjadi akibat genangan air yang terus-menerus merendam permukaan aspal.

Ia menjelaskan, air menjadi salah satu penyebab utama kerusakan jalan. Ketika air terlalu lama menggenangi badan jalan, air akan meresap ke dalam pori-pori aspal sehingga permukaan mudah terkelupas dan kerusakan semakin meluas.

Untuk pelaksanaan pekerjaan tersebut, Pemprov NTB mengalokasikan anggaran sekitar Rp1 miliar.

"Sekitar Rp1 miliaran lebih mungkin, karena setiap jalan itu penanganannya beda-beda," katanya.