Pemprov Maluku raih Financial Literacy Award 2026 dari OJK. ini penjelasan Wagub - ANTARA News Ambon, Maluku
Ambon (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku meraih Financial Literacy Award 2026 dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai Wilayah Implementasi Kejar Terbaik Tingkat Provinsi Regional Nusa Tenggara-Ma...
Ambon (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku meraih Financial Literacy Award 2026 dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai Wilayah Implementasi Kejar Terbaik Tingkat Provinsi Regional Nusa Tenggara-Maluku-Papua berkat upaya memperluas literasi dan inklusi keuangan melalui Program Satu Rekening Satu Pelajar (Kejar).
Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath dalam keterangan yang diterima di Ambon, Jumat, mengatakan penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas upaya pemerintah daerah mendorong masyarakat, khususnya pelajar, agar memiliki akses sekaligus pemahaman terhadap layanan keuangan sejak dini.
"Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat literasi dan inklusi keuangan di Maluku, terutama bagi generasi muda," kata Abdullah.
Penghargaan tersebut diterima Abdullah pada puncak Hari Indonesia Menabung dan Bulan Literasi Keuangan 2026 di Sekolah Rakyat Menengah Atas 13 Bekasi, Jawa Barat.
Menurut dia, penguatan literasi keuangan menjadi penting bagi Maluku yang memiliki karakteristik wilayah kepulauan, sehingga perlu didukung dengan akses layanan keuangan yang semakin merata hingga ke daerah-daerah yang sulit dijangkau.
Ia mengatakan Pemprov Maluku akan terus memperkuat kerja sama dengan OJK, perbankan, dan sektor pendidikan agar program literasi keuangan tidak berhenti pada kepemilikan rekening, tetapi juga meningkatkan kemampuan pelajar dalam mengelola keuangan secara bijak.
"Anak-anak kita harus tidak hanya memiliki rekening, tetapi juga memahami bagaimana menggunakan dan mengelola keuangan dengan baik serta aman," ujar dia.
Menurut dia, peningkatan pemahaman keuangan sejak usia sekolah juga menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan ekonomi masyarakat. Literasi yang baik diharapkan dapat membantu generasi muda mengambil keputusan keuangan secara lebih tepat sekaligus menghindari berbagai risiko kejahatan keuangan, termasuk penipuan digital.
Pemprov Maluku, kata dia, akan mendorong agar cakupan program Kejar terus diperluas dengan melibatkan lebih banyak satuan pendidikan dan lembaga jasa keuangan.
"Kami ingin literasi keuangan menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat, bukan sekadar program. Ini penting untuk membangun masyarakat Maluku yang semakin mandiri dan mampu memanfaatkan layanan keuangan secara aman," katanya.
Ketua Dewan Komisioner OJK RI Friderica Widyasari Dewi menyerahkan penghargaan kepada sejumlah pemerintah daerah dan institusi yang dinilai berhasil dalam implementasi program literasi dan inklusi keuangan.
Penghargaan itu diharapkan semakin memperkuat komitmen pemerintah daerah dalam memperluas akses keuangan yang aman, inklusif, dan berkelanjutan, terutama bagi masyarakat di wilayah kepulauan.
Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Editor : Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.