pickleballvnz.com

Pemprov kerahkan dokter spesialis untuk membantu warga terdampak kebakaran TPA

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengerahkan tim Dokter Spesialis Keliling (Speling) ke Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta, untuk memeriksa dan mengobati warga ANTARA News jateng peristiwa ...

Pemprov kerahkan dokter spesialis untuk membantu warga terdampak kebakaran TPA

Sabtu, 5 September 2026 17:17 WIB

Image Print

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau layanan Dokter Spesialis Keliling (Speling) untuk membantu warga terdampak kebakaran TPA Putri Cempo, di Surakarta, Sabtu (5/9/2026). ANTARA/HO-Pemprov Jateng

Semarang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengerahkan tim Dokter Spesialis Keliling (Speling) ke Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta, untuk memeriksa dan mengobati warga yang terdampak paparan asap kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo.

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi di Surakarta, Sabtu, menjelaskan layanan kesehatan difokuskan pada pengobatan penyakit saluran pernapasan, mata, hingga THT (telinga, hidung, tenggorokan).

Ia menegaskan kepada para dokter dari RSUD dr Moewardi Surakarta untuk memfokuskan pemeriksaan pada kesehatan paru dan saluran pernapasan.

"Fokuskan pemeriksaan pada paru dan pernapasan, pastikan semua masyarakat terlayani dengan baik," katany kepada petugas yang sedang melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap warga.

Ia menjelaskan perlindungan terhadap warga menjadi salah satu prioritas dalam penanganan kebakaran di TPA Putri Cempo.

Layanan Speling dari dr Moewardi Surakarta dan RSJD Arief Zainuddin Surakarta sudah dikerahkan Selain itu, disiagakan petugas kesehatan di sekitar lokasi TPA Putri Cempo selama 24 jam.

"Speling kita sudah turun. Kementerian Lingkungan Hidup juga sudah menurunkan mobil untuk pengecekan kualitas udara. Kami tidak ingin implikasi daripada kebakaran ini berdampak kepada masyarakat di sekitarnya," katanya.

Dengan layanan Speling yang disediakan, warga ternyata antusias memanfaatkan untuk melakukan pemeriksaan terhadap kondisi kesehatan.

"Tadi ada beberapa yang konsultasi, mulai radang tenggorokan, batuk, dan sesak nafas," kata Dokter Spesialis Paru RSUD Dr Moewardi Surakarta Hartanto.

Ia menjelaskan penanganan jangka pendek terhadap masyarakat yang terkena gejala respiratorik seperti infeksi saluran pernapasan diberikan pengobatan di lokasi.

Apabila gejala semakin memberat, kata dia, langsung dirujuk ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.

Selain itu, warga di sekitar lokasi TPA Putri Cempo juga diberikan edukasi terkait penanganan sementara di rumah, misalnya terkait sirkulasi udara di dalam rumah selama kebakaran masih terjadi, di antaranya memakai air purifier untuk menyaring udara, apabila tidak ada maka disarankan menutup jendela agar asap atau debu tidak masuk rumah.

"Solusi kedua ketika keluar rumah maupun di dalam rumah juga memakai masker medis," katanya.

Fitri, warga Kelurahan Mojosongo menceritakan gejala batuk, pilek, dan sesak napas mulai dialami warga sejak Jumat (4/9) atau hari kedua kebakaran.

Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.