pickleballvnz.com

Pemprov Kaltim setarakan harga TBS Sawit Mandiri dan Plasma - ANTARA News Kalimantan Timur

Samarinda (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berkomitmen menyetarakan harga jual Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit antara pekebun mandiri (swadaya) dan pekebun plasma demi meningkatkan kesejahte...

Samarinda (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berkomitmen menyetarakan harga jual Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit antara pekebun mandiri (swadaya) dan pekebun plasma demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji di Samarinda, Selasa, menegaskan bahwa kebijakan ini diambil untuk memastikan pekebun swadaya mendapatkan nilai ekonomi yang adil, mengingat luasan perkebunan kelapa sawit swadaya di Kaltim saat ini telah mencapai 506.929 hektar.

"Kami terus berupaya memberikan yang terbaik. Melalui kebijakan penyetaraan harga ini, jika pekebun plasma menikmati harga berkisar Rp3.600 per kilogram, maka pekebun mandiri juga harus mendapatkan harga yang sama," ujar Seno usai membuka Pelatihan Pembenihan dan Teknologi Budidaya Kelapa Sawit Berkelanjutan di Samarinda, Kaltim.

Berdasarkan data terbaru Dinas Perkebunan Kaltim, harga TBS sawit untuk umur tanaman 10–20 tahun pada periode ini ditetapkan sebesar Rp3.617,55 per kilogram.

Penguatan harga dipicu oleh melonjaknya harga rata-rata CPO global yang mencapai Rp15.471 per kilogram. Namun selama ini, ketetapan harga tersebut baru dinikmati secara mengikat oleh pekebun plasma yang bermitra resmi.

Menurut Seno,penyetaraan ini diharapkan mampu mendorong transformasi ekonomi Kaltim dari ketergantungan pada sektor sumber daya alam tak terbarukan menuju sektor perkebunan berkelanjutan yang memiliki rantai nilai jangka panjang.

Terlebih, komoditas kelapa sawit diproyeksikan menjadi pilar utama hilirisasi energi nasional melalui pengembangan produk turunan bahan bakar minyak B50.

"Sesuai program Presiden bahwa sawit bisa dikembangkan menjadi produk turunan B50. Tentu ini akan meningkatkan harga jual TBS sawit ke depan," tambahnya dalam pelatihan bertema "Petani Sawit Sukses Menuju Generasi Emas" yang diinisiasi oleh DPP Forum Petani Kelapa Sawit (FPKS) Kaltim tersebut.

Sementara itu, Ketua DPP FPKS Kasbudi menjelaskan bahwa pelatihan yang berlangsung pada 6-7 Oktober 2026 ini merupakan langkah nyata untuk menjawab tantangan tersebut agar pekebun dapat mengadopsi teknologi modern dan profesional.

"Program komoditas sawit menjadi perhatian serius Presiden Prabowo agar bisa dikembangkan di seluruh provinsi. Kami berupaya menangkap peluang tersebut sekaligus mendukung program pemerintah melalui peningkatan mutu kebun," kata Kasbudi.

Kegiatan pelatihan tersebut juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara DPP FPKS Kaltim dengan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Kaltim untuk pengembangan perkebunan kelapa sawit daerah.

Selain itu, Wagub Seno Aji juga menyerahkan penghargaan kepada sejumlah pekebun sawit teladan di Kaltim.

Pewarta: Arumanto
Editor : Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.