Pemkot Tanjungpinang pastikan penyaluran solar subsidi normal
Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), memastikan penyaluran BBM jenis solar subsidi berjalan normal menyusul antrean panjang ANTARA News kepri 2 ...
Pemkot Tanjungpinang pastikan penyaluran solar subsidi normal
Kamis, 10 September 2026 08:14 WIB
Antrean truk mengular hingga ratusan meter untuk mendapatkan BBM Solar subsidi di SPBU Batu 10, Kota Tanjungpinang, Kepri, Rabu (9/9/2029). ANTARA/Ogen
Tanjungpinang (ANTARA) - Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), memastikan penyaluran BBM jenis solar subsidi berjalan normal menyusul antrean panjang kendaraan truk di sejumlah SPBU beberapa hari terakhir.
"Transaksi solar masih sesuai dengan kartu dan kuota, yaitu 60 liter per hari untuk kendaraan truk," kata Riany di Tanjungpinang, Rabu.
Ia mengakui antrean kendaraan truk untuk mendapatkan BBM jenis Solar terjadi di sejumlah SPBU di Tanjungpinang, misalnya di SPBU Batu 7 dan Batu 10. Kondisi itu bahkan masih berlanjut hingga Rabu sore, di mana antrean truk mengular hingga ratusan meter di SPBU Batu 10.
Riany menjelaskan antrean itu terjadi karena adanya konsumen baru yang beralih menggunakan Solar, setelah harga BBM jenis Dexlite mengalami kenaikan.
"Pertama ada beberapa konsumen baru pindah menggunakan Solar karena naiknya harga Dexlite, termasuk kendaraan umum. Kedua, ada informasi SPBU di Batu 3 rusak sehingga menumpuk ke SPBU lainnya," ujar dia.
Selain BBM Solar, Riany juga memastikan ketersediaan gas LPG 3 kilogram di Tanjungpinang masih aman. Disdagin menyebut belum ada kendala pasokan maupun kelangkaan di lapangan.
"Alhamdulillah, sampai saat ini lancar untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat, tidak ada kelangkaan dan harga masih sesuai dengan HET Rp18 ribu," ujar Riany.
Sementara itu, salah seorang sopir truk Jasman rela antre selama kurang lebih satu jam di SPBU Batu 10 untuk mendapatkan Solar, karena pasokan Solar di beberapa SPBU lainnya yang semakin menipis.
Ia mencontohkan di SPBU Sei Carang kuota Solar sudah habis, sehingga hanya tersedia BBM jenis Dexlite dengan harga yang jauh lebih tinggi dibanding Solar.
"Harga Solar Rp6.800 per liter karena disubsidi pemerintah, sedangkan Dexlite jauh lebih mahal mencapai Rp24.750 per liter," kata Jasman.
Pewarta : Ogen
Editor:
Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.