Pemkot Samarinda dorong lulusan Vokasi Batch 5 jadi wirausaha mandiri - ANTARA News Kalimantan Timur
Samarinda (ANTARA) - Pemerintah Kota Samarinda, Kalimantan Timur, mendorong para peserta Program Pelatihan Vokasi Nasional Angkatan (Batch) 5 untuk menjadi pencipta lapangan kerja baru yang mandiri guna meningk...
Samarinda (ANTARA) - Pemerintah Kota Samarinda, Kalimantan Timur, mendorong para peserta Program Pelatihan Vokasi Nasional Angkatan (Batch) 5 untuk menjadi pencipta lapangan kerja baru yang mandiri guna meningkatkan perekonomian daerah tersebut.
Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri di Samarinda, Rabu, menegaskan bahwa pelatihan ini bukan sekadar proses belajar keterampilan, melainkan pintu masuk bagi masyarakat untuk meningkatkan kapasitas diri dan membuka peluang baru.
“Pelatihan ini merupakan awal dari sebuah proses untuk meningkatkan kompetensi, produktivitas, dan membuka peluang baru bagi masa depan. Jangan sia-siakan ilmu yang diberikan selama mengikuti pelatihan di BPVP Samarinda,” kata Saefuddin usai membuka program tersebut di Aula Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Samarinda.
Ia meminta seluruh peserta mengikuti pelatihan secara serius dan memanfaatkan kesempatan belajar sebaik mungkin dengan aktif bertanya, mencoba, serta tidak takut melakukan kesalahan selama proses pembelajaran.
Menurut Saefuddin, keterampilan teknis harus berjalan beriringan dengan karakter dan etos kerja yang kuat. Dunia kerja saat ini membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang disiplin, bertanggung jawab, jujur, mampu bekerja sama, komunikatif, serta memiliki kemauan untuk terus berkembang.
Ia juga mengingatkan peserta agar tidak berhenti belajar setelah menyelesaikan pelatihan karena perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan pasar kerja menuntut setiap individu untuk adaptif serta mampu membangun jejaring.
“Setelah selesai pelatihan, jangan berhenti belajar. Ini titik awal untuk terus meningkatkan kompetensi, mengikuti perkembangan teknologi, serta memanfaatkan media sosial dengan sebaik-baiknya,” tuturnya.
Saefuddin menegaskan Pemkot Samarinda berkomitmen penuh dalam meningkatkan kualitas SDM agar masyarakat tidak hanya bersaing sebagai pencari kerja, tetapi juga berani menjadi wirausaha.
Sementara itu, Kepala BPVP Samarinda Eka Cahyana menjelaskan bahwa Pelatihan Vokasi Nasional Angkatan 5 Tahun Anggaran 2026 ini diikuti oleh 272 peserta, dengan 82 persen di antaranya merupakan warga Kota Samarinda.
Eka memerinci terdapat 17 program pelatihan yang dibuka pada angkatan ini, meliputi bidang keterampilan operator ekskavator, operator forklift, mekanik alat berat, servis sepeda motor sistem injeksi, pengelasan, pembuatan kue, tata rias wajah, komputer, pembuatan konten media sosial, hidroponik, barbershop, hingga menjahit.
Terkait waktu pelaksanaan, ia memaparkan bahwa durasi pelatihan dirancang bervariasi antara satu hingga empat bulan, tergantung pada standar Jam Pelatihan (JP) dari masing-masing jenis kejuruan keterampilan yang diambil oleh peserta.
Dengan skema tersebut, sejumlah kejuruan dengan materi pendek diproyeksikan selesai pada November 2026, sedangkan kelas kompetensi berat dan teknis mendalam dijadwalkan akan berlangsung secara bertahap hingga berakhir pada awal tahun 2027.
"Para peserta nantinya mendapatkan sertifikat pelatihan dari Kementerian Ketenagakerjaan serta sertifikasi kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sesuai bidang yang diikuti," ujar Eka.
Program ini diharapkan dapat memperkuat kompetensi dan produktivitas tenaga kerja, membuka peluang pengembangan karier, sekaligus mengakselerasi tumbuhnya kewirausahaan baru di masyarakat lokal.
Pewarta: Arumanto
Editor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.