pickleballvnz.com

Pemkot Pontianak targetkan setiap kelurahan ada Program Kampung Iklim - ANTARA News Kalimantan Barat

Pontianak (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), menargetkan ketiap kelurahan dapat menghadirkan sedikitnya satu hingga dua RW berbasis Program Kampung Iklim (ProKlim). “Saya ...

Pontianak (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), menargetkan ketiap kelurahan dapat menghadirkan sedikitnya satu hingga dua RW berbasis Program Kampung Iklim (ProKlim).

“Saya ingin minimal satu sampai dua RW berbasis ProKlim lahir di setiap kelurahan. Camat dan lurah harus menjadi motor penggerak, identifikasi potensi lokal, rangkul pemuda, PKK, tokoh masyarakat, dan seluruh warga,” ujar Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan di Pontianak, Jumat.

Ia mengharapkan dari 29 kelurahan di Kota Pontianak dapat membentuk puluhan kawasan tangguh iklim baru secara bertahap. Bahasan menilai Pontianak memiliki modal yang cukup baik.

Pada 2025 tiga kawasan di Kota Pontianak memperoleh penghargaan ProKlim dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) yakni RW 27 Kampung Tangguh Bencana Siantan Hulu, RW 15 Kampung Tenun Batu Layang, serta RW 33 Kampung Gambut Siantan Hilir.

Capaian tersebut harus menjadi pemicu agar praktik baik serupa menyebar ke wilayah lain. “Prestasi ini jangan membuat kita puas. Justru harus menular ke RW lain. Kita ingin ProKlim menjadi kebutuhan dan budaya hidup baru masyarakat,” katanya.

Ia mengatakan ProKlim berkembang menjadi gerakan nyata masyarakat dalam menghadapi dampak perubahan iklim. Pasalnya, hal tersebut bukan ancaman pada masa depan, melainkan kondisi yang sudah dirasakan saat ini, mulai dari peningkatan suhu, cuaca yang tidak menentu, hingga pasang air laut yang memicu genangan di sejumlah wilayah.

“Kita membutuhkan gerakan bersama yang masif dan dimulai dari lingkungan paling dekat dengan masyarakat, yaitu RT, RW dan kelurahan,” ujarnya.

ProKlim menjadi salah satu instrumen penting untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. Bentuknya dapat dimulai dari hal sederhana seperti penghijauan pekarangan, pemanenan air hujan, menjaga parit dan sungai, mengelola sampah dengan konsep 3R, mengurangi plastik sekali pakai hingga menghemat energi dan air.

Pewarta: Dedi
Uploader : Admin Antarakalbar

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.