pickleballvnz.com

Pemkot Pekalongan memperkuat budaya sekolah nyaman guna cegah kekerasan

Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, memperkuat budaya sekolah yang aman dan nyaman sebagai upaya mencegah tindak kekerasan di lingkungan satuan pendidikan. Kepala Dinas ANTARA News jateng peristiwa ...

Pemkot Pekalongan memperkuat budaya sekolah nyaman guna cegah kekerasan

Sabtu, 12 September 2026 17:40 WIB

Image Print

Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekalongan Mabruri. ANTARA/HO-Humas Kota Pekalongan

Pekalongan (ANTARA) - Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, memperkuat budaya sekolah yang aman dan nyaman sebagai upaya mencegah tindak kekerasan di lingkungan satuan pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekalongan Mabruri di Pekalongan, Sabtu, mengatakan langkah ini sebagai evaluasi bersama adanya kejadian tindak kekerasan antar-siswa di sekolah.

"Sekolah sudah memiliki SOP (Standar Operasional Prosedur) ketika terjadi kekerasan mulai dari menyelamatkan anak, penanganan kesehatan, mediasi, penegakan aturan terhadap pelaku, hingga pendampingan psikologis bagi korban maupun pelaku sesuai kebutuhan," katanya.

Menurut dia, sekolah telah mengambil langkah cepat dengan berkoordinasi bersama kepolisian, unit pelaksana teknis (UPT), Dinas Pendidikan, serta pihak terkait lainnya.

"Dua kejadian belum lama ini menjadi perhatian yakni perkelahian antar-siswa dan pengeroyokan yang mengakibatkan korban memerlukan perawatan di rumah sakit," katanya.

Ia mengatakan sebagai langkah penguatan pencegahan, pemerintah daerah telah membentuk Kelompok Kerja Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (Pokja BSAN).

Kelompok kerja tersebut, kata dia, akan mendorong koordinasi, pendampingan, serta penanganan pengaduan terkait persoalan yang terjadi di satuan pendidikan.

Pihaknya akan mendorong pembentukan tim BSAN di setiap satuan pendidikan termasuk meningkatkan kemampuan sekolah dalam melakukan deteksi dini dan memahami prosedur penanganan apabila terjadi kekerasan.

Selain itu, berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Perlindungan Anak untuk memberikan pemahaman kepada guru mengenai konvensi hak anak serta keterampilan mediasi.

"Hal ini kami menilai penting agar guru mampu mengenali tindakan yang berpotensi melanggar hak anak sekaligus menjadi mediator yang tepat ketika terjadi konflik antara siswa maupun keluarga," katanya.

Upaya pencegahan juga diperkuat melalui kebiasaan positif di sekolah seperti penerapan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat, ikrar pelajar, serta penguatan nilai saling menghormati dan menyayangi sesama.

"Kami berharap kebiasaan tersebut dapat membangun karakter siswa agar mampu menghargai perbedaan dan menjaga kerukunan. Kami menilai keterlibatan keluarga menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter anak," katanya.


Baca juga: Polres Pekalongan Kota intensifkan patroli untuk mencegah balap liar

Pewarta: Kutnadi
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.