Pemkot Pangkalpinang dukung BRIN bangun pabrik pengolahan titanium di Babel - ANTARA News Bangka Belitung
Pangkalpinang (ANTARA) - Pemerintah Kota Pangkalpinang mendukung rencana Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) membangun pabrik pengolahan titanium di Kota Pangkalpinang sebagai langkah mempercepat hilirisasi...
Pangkalpinang (ANTARA) - Pemerintah Kota Pangkalpinang mendukung rencana Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) membangun pabrik pengolahan titanium di Kota Pangkalpinang sebagai langkah mempercepat hilirisasi mineral di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sekaligus membuka peluang investasi dan lapangan kerja bagi masyarakat.
Wali Kota Pangkalpinang Saparudin Masyarif usai menerima audiensi Tim Pusat Riset Metalurgi BRIN di ruang kerjanya, Kamis, mengatakan BRIN telah berhasil mengembangkan teknologi pengolahan mineral ilmenit menjadi titanium dan kini tengah menyiapkan peningkatan skala dari riset laboratorium menuju industri.
"BRIN dari subbidang metalurgi melakukan riset terhadap mineral di Bangka Belitung, khususnya ilmenit. Mereka sudah punya hasil riset untuk mengubah ilmenit menjadi titanium," kata Saparudin.
Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Pangkalpinang menawarkan kawasan industri Ketapang sebagai lokasi yang dinilai sesuai untuk pembangunan pabrik tersebut.
"Kami menawarkan kawasan peruntukan industri di Ketapang untuk rencana pendirian pabrik. Mereka sedang melakukan implementasi hasil riset terhadap mineral ilmenit yang ada di Bangka Belitung. Mudah-mudahan bisa berhasil," ujarnya.
Menurut dia, pembahasan tersebut masih berada pada tahap penjajakan awal sehingga belum ada target waktu pelaksanaan pembangunan pabrik.
Meski demikian, Pemkot Pangkalpinang menyatakan siap mendukung proses perizinan maupun investasi agar rencana tersebut dapat direalisasikan.
"Ini baru pertemuan awal. Mereka baru ketuk pintu dan kami menyambut baik karena sejalan dengan program pemerintah yang mendorong hilirisasi mineral," katanya.
Saparudin menambahkan Bangka Belitung memiliki potensi berbagai komoditas mineral seperti timah, zirkon, ilmenit, silika hingga logam tanah jarang yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal melalui industri pengolahan di daerah.
Ia berharap fasilitas hilirisasi dibangun di Bangka Belitung, khususnya di Kota Pangkalpinang, sehingga nilai tambah ekonomi dapat dinikmati masyarakat setempat.
"Kami berharap proses hilirisasi dan pabriknya berada di Bangka Belitung, khususnya Kota Pangkalpinang. Dengan begitu, tenaga kerja yang diserap juga diharapkan berasal dari tenaga kerja lokal Pangkalpinang," kata Saparudin.
Pewarta: Try M Hardi
Uploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.