Pemkot Bengkulu ajak OPD manfaatkan medsos sebagai ajang promosi - ANTARA News Bengkulu
Kota Bengkulu (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu, Provinsi Bengkulu mengajak organisasi perangkat daerah (OPD) dan aparatur sipil negara (ASN) untuk memanfaatkan media sosial (medsos) sebagai ajak pro...
Kota Bengkulu (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu, Provinsi Bengkulu mengajak organisasi perangkat daerah (OPD) dan aparatur sipil negara (ASN) untuk memanfaatkan media sosial (medsos) sebagai ajak promosi serta aktivitas pelayanan kepada masyarakat.
Hal tersebut dilakukan agar masyarakat Kota Bengkulu merasakan kehadiran pemerintah kota dalam memberikan pelayanan yang terbaik bagi warga dan memastikan seluruh program, kinerja, serta pelayanan publik yang telah dilakukan oleh jajaran pemerintah daerah dapat tersampaikan secara utuh dan transparan kepada masyarakat luas.
"Pemerintah kota ini kan kerjanya banyak. Masing-masing lurah kerja, camat kerja, kepala dinas kerja. Tapi tidak semua kerja ini tersampaikan kepada publik. Selain dibantu teman-teman media mainstream, dalam teori membuat berita itu, masing-masing redaksi punya kebijakan. Tetapi bagi Pemerintah Kota Bengkulu, semua kerja itu layak ditayangkan," kata Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi di Bengkulu, Rabu.
Baca juga: Pemkot Bengkulu tegaskan sekolah dilarang jual beli buku pelajaran
Dengan pemanfaatan media sosial sebagai saluran alternatif di samping peran krusial media arus utama (mainstream), sebab, ruang redaksi media massa memiliki standar kepatutan berita yang terbatas, sementara pemerintah kota memiliki banyak program kerja berskala lokal yang juga wajib diketahui publik.
Ia menyebut, dalam rangka menyesuaikan laju perkembangan dan perubahan teknologi digital, pelayanan publik saat ini menuntut adanya keterbukaan informasi yang cepat dan akurat.
Untuk itu, pemerintah kota mendorong agar ASN dapat memanfaatkan platform digital sebagai media edukasi serta sarana mengekspos berbagai capaian kinerja dan program kerja yang telah dilakukan.
Dedy menerangkan, dengan pemanfaatan media sosial tersebut juga menjadi wadah efektif untuk menyerap aspirasi maupun keluhan masyarakat masyarakat di Kota Bengkulu secara langsung atau nyata.
Sementara itu, Dinas Komunikasi, Informasi dan Persandian Kota Bengkulu akan melakukan pendampingan serta pembinaan terhadap OPD guna memastikan konten yang disajikan kepada masyarakat tetap mematuhi etika penyiaran dan relevan dengan kebutuhan informasi publik.
Pemerintah kota juga melakukan sosialisasi terkait pemanfaatan media sosial dan para peserta seperti camat, kepala OPD, beserta calon operator diwajibkan membawa gawai (smartphone) atau laptop untuk langsung mempraktikkan materi.
Kepala Dinas Kominfotik Kota Bengkulu Nurlia Dewi mengatakan para peserta sosialisasi tersebut diberikan materi terkait strategi komunikasi berbasis komunitas daerah dan search engine optimisation (SEO), serta diajarkan cara mengambil visual (foto/video), mengedit, mengoptimalkan algoritma pencarian, hingga trik memperbanyak pengikut (followers) di berbagai platform populer seperti Facebook, TikTok, YouTube, dan Instagram.
"Hari ini pesertanya diikuti oleh seluruh camat dan seluruh OPD, serta calon pengelola media sosial OPD yang nantinya orang yang hadir di sini akan kita SK-kan dengan SK Sekretaris Daerah langsung, sehingga mempunyai tanggung jawab dan kewajiban untuk membagikan informasi ke media sosial," terang Nurlia.
Pewarta: Anggi Mayasari
Uploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.