Pemkot benahi kawasan TKL tingkatkan kenyamanan pengunjung
Pemerintah Kota Magelang akan menata kawasan Taman Kyai Langgeng (TKL) guna meningkatkan kenyamanan pengunjung sekaligus mendukung aktivitas pelaku usaha mikro, kecil, dan ANTARA News jateng ekonomi ...
Pemkot benahi kawasan TKL tingkatkan kenyamanan pengunjung
Jumat, 17 Juli 2026 18:33 WIB
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono meninjau kawasan UMKM Taman Kyai Langgeng, Jumat (17/7/2026). ANTARA/HO-Bagian Prokompim Magelang
Magelang (ANTARA) - Pemerintah Kota Magelang akan menata kawasan Taman Kyai Langgeng (TKL) guna meningkatkan kenyamanan pengunjung sekaligus mendukung aktivitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan wisata tersebut.
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono, saat meninjau kawasan TKL di Magelang, Jumat, mengatakan penataan dilakukan untuk menghadirkan ruang publik yang lebih tertata, nyaman, dan memberi manfaat bagi masyarakat.
Menurut dia, pemerintah berperan sebagai fasilitator agar setiap kebijakan yang diambil mampu mendukung kepentingan masyarakat.
"Tujuan penataan ini adalah mewujudkan kawasan Taman Kyai Langgeng yang lebih tertata, termasuk sistem parkir yang ideal," katanya.
Ia berharap penataan kawasan dapat menciptakan lingkungan yang lebih nyaman dan tertib sehingga jumlah pengunjung meningkat. Kondisi tersebut diharapkan berdampak positif terhadap pendapatan pelaku UMKM di sekitar kawasan wisata.
"Semua ini merupakan satu ekosistem yang saling berkaitan. Pemerintah hadir sebagai fasilitator. Tujuan akhirnya adalah untuk masyarakat," katanya.
Ia menegaskan penataan kawasan tidak akan dilakukan melalui penggusuran. Sebelum pelaksanaan, pemerintah akan melakukan sosialisasi dan pendataan terhadap para pelaku UMKM serta menyiapkan lokasi usaha yang lebih tertata agar aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Magelang Imam Baihaqi, menjelaskan bangunan kios di kawasan TKL dibangun pada 2010 sebagai fasilitas penjualan produk oleh-oleh dan diresmikan pada 2012.
Selain itu, jumlah kios yang beroperasi terus menurun, dari sekitar 160 kios saat awal pembangunan menjadi 120 kios, dan kini hanya sekitar 40 kios yang masih aktif.
Pewarta: Heru Suyitno
Editor:
M Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.