pickleballvnz.com

Pemkot Ambon perkuat stabilitas ekonomi lewat bantuan pangan, begini kata wai kota - ANTARA News Ambon, Maluku

Ambon (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, Maluku, menjadikan penyaluran bantuan pangan sebagai salah satu upaya memperkuat stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat, terutama dengan memastikan kebutuhan ...

Ambon (ANTARA) -

Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, Maluku, menjadikan penyaluran bantuan pangan sebagai salah satu upaya memperkuat stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat, terutama dengan memastikan kebutuhan pangan keluarga penerima manfaat tetap terpenuhi sekaligus menjaga daya beli masyarakat.

Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena, di Ambon, Rabu, mengatakan, bantuan pangan beras merupakan bentuk kehadiran negara dalam memastikan masyarakat, khususnya keluarga penerima manfaat, tetap memiliki akses terhadap kebutuhan pangan.

“Bantuan pangan ini harus kita lihat sebagai bagian dari upaya yang lebih besar untuk menjaga stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat. Kalau masyarakat perutnya kenyang, tentu mereka dapat menjalani kehidupan dengan lebih baik. Tetapi kalau masyarakat mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan pangan, tentu akan menimbulkan berbagai persoalan sosial,” kata Bodewin.

Menurutnya, pangan merupakan salah satu kebutuhan paling mendasar dalam kehidupan masyarakat. Karena itu, pemerintah terus berupaya memastikan ketersediaan pangan sekaligus menjaga daya beli masyarakat.

Ia menyampaikan, apresiasi kepada pemerintah pusat, Badan Pangan Nasional, Perum Bulog, serta seluruh pihak yang mendukung penyaluran bantuan pangan di Kota Ambon.

Bodewin mengatakan, Pemkot Ambon juga secara rutin berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan ketersediaan pangan, mengendalikan inflasi, dan menjaga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

“Setiap hari Senin, kami melaksanakan rapat bersama dengan berbagai pihak, termasuk Badan Pangan Nasional, untuk memastikan ketersediaan pangan, menjaga inflasi tetap terkendali, serta memastikan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi,” ujarnya.

Ia juga meminta pemerintah desa, negeri, dan kelurahan turut membantu memastikan penyaluran bantuan berjalan dengan baik dan tepat sasaran.

Menurut Bodewin, pelaksanaan bantuan pangan membutuhkan perhatian terhadap dua aspek, yakni kualitas dan kuantitas. Bantuan yang memiliki kualitas baik, tetapi jumlahnya tidak mencukupi, dinilai belum mampu menyelesaikan persoalan kebutuhan masyarakat.

“Beras yang mutunya bagus tetapi jumlahnya kurang juga tidak akan menyelesaikan persoalan. Karena itu, kualitas dan kuantitas harus berjalan bersama,” katanya.

Ia menjelaskan, bantuan pangan diberikan berdasarkan data penerima manfaat yang masuk dalam kelompok desil 1 hingga desil 4. Pemerintah juga terus melakukan pemutakhiran dan digitalisasi data bantuan sosial agar penerima bantuan benar-benar merupakan masyarakat yang membutuhkan.

Bodewin meminta seluruh pihak mendukung proses pemutakhiran tersebut agar tidak terjadi kesalahan sasaran dalam penyaluran bantuan.

“Jangan sampai mereka yang secara ekonomi sudah mampu justru mendapatkan bantuan pangan atau bantuan sosial, sementara masyarakat yang benar-benar membutuhkan tidak mendapatkannya,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan para penerima manfaat agar menggunakan bantuan yang diterima untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga.

“Manfaatkan bantuan ini untuk kepentingan keluarga, terutama untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga di rumah,” ujarnya.

Bodewin menambahkan, pelaksanaan program tersebut membutuhkan kerja keras dan koordinasi mengingat jumlah penerima manfaat yang cukup besar serta wilayah pelayanan yang luas.

Ia menyebut jumlah pegawai Perum Bulog Maluku dan Maluku Utara sekitar 70 orang, sedangkan Dinas Sosial Kota Ambon memiliki sekitar 78 pegawai. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya dukungan seluruh pihak agar proses penyaluran dapat berjalan optimal.

Sementara itu, Perum Bulog Maluku dan Maluku Utara menyalurkan bantuan pangan beras untuk 25.383 keluarga penerima manfaat (KPM) di Kota Ambon untuk alokasi Juli, Agustus, dan September 2026.

Setiap penerima memperoleh 10 kilogram beras per bulan atau total 30 kilogram untuk tiga bulan. Dengan jumlah penerima tersebut, total beras yang disalurkan mencapai 761.490 kilogram atau sekitar 761 ton.

Bantuan tersebut diluncurkan di Gudang Bulog Maluku di Desa Halong, Kecamatan Baguala, dan dihadiri jajaran pemerintah daerah, Forkopimda, serta instansi terkait.

Bulog menargetkan pengadaan gabah dan beras hingga Desember 2026 dapat terus meningkat hingga mencapai 20 kali lipat dibandingkan capaian tahun sebelumnya.

Bodewin menegaskan, Pemkot Ambon akan terus mendukung pelaksanaan program bantuan pangan sebagai bagian dari tanggung jawab bersama dalam menjaga kesejahteraan masyarakat.

Ia berharap, bantuan yang disalurkan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak dan memberikan manfaat langsung bagi pemenuhan kebutuhan pangan keluarga.

“Yang ingin kita pastikan melalui kegiatan hari ini adalah bahwa bantuan pangan benar-benar sampai kepada penerima manfaat yang berhak. Itulah tujuan utama dari kegiatan ini,” ucapnya.

Pewarta: Winda Herman
Editor : Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.