pickleballvnz.com

Pemkab Rembang melatih warga olah siwalan jadi sirup hingga dawet

Pemerintah Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, melatih warga mengolah buah siwalan menjadi berbagai produk makanan dan minuman, mulai dari sirup, sari buah, manisan, hingga dawet, ANTARA News jateng peristiwa ...

Pemkab Rembang melatih warga olah siwalan jadi sirup hingga dawet

Selasa, 27 Oktober 2026 16:53 WIB

Image Print

Warga Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, diajari mengolah buah siwalan menjadi berbagai produk makanan dan minuman, mulai dari sirup, sari buah, manisan, hingga dawet, untuk meningkatkan nilai tambah hasil alam sekaligus mendorong tumbuhnya pelaku UMKM, Selasa (27/10/2026). ANTARA/HO.Humas Pemkab Rembang.

Rembang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, melatih warga mengolah buah siwalan menjadi berbagai produk makanan dan minuman, mulai dari sirup, sari buah, manisan, hingga dawet, untuk meningkatkan nilai tambah hasil alam sekaligus mendorong tumbuhnya UMKM.

"Pelatihan untuk menumbuhkan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) baru itu, diikuti 25 peserta dari lima desa, yakni Jatimudo, Pranti, Bogorame, Pedak dan Kebonagung," kata Kepala Bidang Pembangunan Sumber Daya Industri Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Rembang Isti Rochmayanti di Rembang, Selasa.

Pelatihan berlangsung selama dua hari, pada 26-27 Oktober 2026, di Pendopo Kecamatan Sulang. Kegiatan tersebut menyasar warga di wilayah yang memiliki potensi produksi buah siwalan.

Ia mengatakan Kecamatan Sulang itu memiliki potensi dari buah siwalan. Sehingga menjadi sasaran pelatihan untuk mengembangkan buah siwalan menjadi produk unggulan dari Rembang.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi sekaligus praktik mengolah siwalan menjadi sejumlah produk, meliputi sari buah, sirup, manisan basah dan kering, serta dawet siwalan. Praktik dipandu Imam Subekti dan Eny Yuliastuty dari Pasecco Rembang.

Ia berharap pelatihan tersebut dapat meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah potensi lokal menjadi produk yang beragam, berkualitas dan memiliki nilai jual lebih tinggi.

Dengan demikian, kegiatan itu diharapkan mampu mendorong tumbuhnya industri kecil dan menengah (IKM) baru di desa-desa penghasil siwalan.

Untuk memastikan keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan, Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Rembang juga akan melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap perkembangan peserta setelah pelatihan.

Pendampingan turut melibatkan Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Sulang untuk membantu peserta mengembangkan keterampilan yang telah diperoleh menjadi kegiatan usaha.

Salah satu peserta asal Desa Pedak, Mutmainah mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru selama mengikuti pelatihan tersebut. Ia berharap keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan untuk memulai usaha olahan siwalan dari rumah.

"Saya senang dan puas karena mendapat banyak ilmu, menambah teman, dan menambah semangat. Insya Allah akan saya lanjutkan dengan praktik di rumah. Semoga lancar sampai bisa produksi dan menjualnya," ujarnya.

Selain itu, dia mempelajari pembuatan manisan siwalan dalam bentuk basah maupun kering, sirup, dan sari buah. Pengetahuan tersebut menjadi bekal untuk mencoba mengembangkan produk olahan siwalan secara mandiri.

Baca juga: Kisah Cucur Aulia, UMKM Binaan RB Rembang yang sukses mengangkat jajanan tradisional hingga jadi terfavorit di NjajanFest 3X

Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.