Pemkab: Pembangunan 24 unit KDKMP di Pasaman Barat capai 60 persen
Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, menyatakan sebanyak 24 unit gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dalam tahap pembangunan dengan progres pekerjaan ANTARA News sumbar 21 ...
Pasaman Barat, Sumbar (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, menyatakan sebanyak 24 unit gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dalam tahap pembangunan dengan progres pekerjaan rata-rata mencapai 60 persen hingga saat ini.
"Pembangunannya terus kita pantau dan sudah ada 24 koperasi yang dalam tahap pengerjaan dari 90 nagari atau desa yang kita targetkan," kata Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Pasaman Barat Agusli di Simpang Empat, Selasa (25/8).
Dia mengatakan untuk pembangunan KDKMP tambahan lainnya belum dimulai tetapi sudah ada 36 lagi yang lahannya sudah tersedia.
"Lahannya sudah tersedia untuk 36 unit KDKMP tetapi pekerjaan belum dimulai. Saat ini yang sedang dikerjakan ada 24 unit," kata dia.
Terhadap pengerjaan bangunan koperasi itu pihaknya selalu melakukan monitoring dan berkoordinasi dengan pihak pelaksana di lapangan agar pekerjaan sesuai dalam dokumen dan tepat waktu.
Menurut dia, bangunan Koperasi Desa Merah Putih itu berukuran 20x 30 meter dengan luas lahan secara keseluruhan 20x50 meter.
"Lahan untuk bangunan itu disiapkan oleh pihak nagari (desa) sehingga pelaksana tinggal membangun saja," katanya.
Sedangkan KDKMP yang telah mengajukan lahan dan terverifikasi sebanyak 26 unit dan ada juga yang sedang diverifikasi.
"Ada juga satu koperasi desa merah putih yang telah melakukan. Usaha di Ampek Koto Kecamatan Kinali berupa usaha sembako, apotek dan brilink," katanya.
Dia berharap bangunan koperasi itu segera dapat selesai sehingga bisa dimanfaatkan bagi koperasi dalam upaya meningkatkan ekonomi warga di nagari atau desa.
Pihaknya juga telah melakukan pelatihan bagi pengurus koperasi yang telah ada dalam upaya meningkatkan kemampuan sumber daya mereka.
Koperasi desa merah putih itu nanti menjadi sentra usaha masyarakat di nagari atau desa dengan melakukan berbagai usaha seperti pertanian, perikanan dan peternakan.
"Usaha yang akan dikembangkan nanti diprioritaskan sesuai potensi yang ada di nagari atau desa itu sehingga warga dapat menikmatinya. Pendapatan warga akan meningkat," ujar dia.