pickleballvnz.com

Pemkab Pasaman Barat pastikan stok beras mencukupi sampai akhir 2026

Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, memastikan ketersediaan pangan beras hingga akhir 2026 mencukupi berdasarkan pantauan produksi dan data sampel area yang ANTARA News sumbar 21 ...

Pasaman Barat, Sumbar (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, memastikan ketersediaan pangan beras hingga akhir 2026 mencukupi berdasarkan pantauan produksi dan data sampel area yang dilakukan setiap pekannya.

"Berdasarkan proyeksi neraca pangan, stok beras tersedia dan cukup sampai akhir tahun. Selain berasal dari produksi lokal juga ada beras yang datang dari luar Pasaman Barat," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Pasaman Barat Ekadiana Oktavia di Simpang Empat, Minggu.

Menurut dia, data hasil pantauan neraca pangan pekan pertama September ini ketersediaan beras itu berasal dari produksi lokal sebanyak 835 ton dan produksi dari luar daerah seperti Lampung, Padang, Pasaman, Medan Sumatera Utara sebanyak 560,50 ton.

Selain itu juga ada cadangan beras Pemkab Pasaman Barat sebanyak 12 ton di Perum Bulog untuk ketersediaan pangan apabila terjadi kelangkaan dan bencana alam melanda daerah itu.

"Dari hasil tinjauan kami di lapangan bersama saat ini stok beras di pedagang masih mencukupi dan harga masih normal," kata dia.

Selain melakukan pemantauan ketersediaan beras dan pangan lainnya pihaknya juga melakukan pengawasan keamanan pangan segar di pasar induk tradisional dalam melindungi konsumen dari bahaya cemaran fisik, kimia dan biologi

Selain beras, dia menjelaskan kondisi pangan lainnya dalam kondisi aman sampai akhir tahun.

"Kami melakukan pemantauan untuk satu pekan. Pekan depan juga kita pantau. Melihat ketersediaan pangan maka stok pangan sampai akhir tahun tersedia," katanya menjelaskan.

Selain melakukan pemantauan ketersediaan pangan, pihaknya juga melakukan gerakan pangan murah di tingkat nagari atau desa.

Gerakan pangan murah itu dilakukan terhadap pangan subsidi dan non subsidi. Jika pangan non subsidi disediakan beras dan minyak goreng sedangkan yang subsidi disediakan beras, minyak goreng, cabai, bawang, telur dan gula pasir.

"Gerakan pangan murah ini dengan menyediakan harga murah dibandingkan harga pasar. Untuk beras kota bekerja sama dengan bulog sedangkan pangan lainnya kita ambil langsung dari petani sehingga harga lebih murah," ujarnya.

Selain itu pihaknya juga melakukan kerja sama dengan daerah produsen pangan seperti Kabupaten Solok untuk penyediaan cabai dan bawang merah.