Pemkab Lombok Barat menggelar Shalat Istisqa guna tekan dampak kekeringan
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Barat di Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar Shalat Istisqa sebagai ikhtiar meminta turunnya hujan agar bisa meredakan dampak bencana ANTARA News mataram 38 ...
Mataram (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Barat di Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar Shalat Istisqa sebagai ikhtiar meminta turunnya hujan agar bisa meredakan dampak bencana kekeringan yang terjadi akibat musim kemarau panjang.
Wakil Bupati (Wabup) Lombok Barat Nurul Adha mengatakan Shalat Istisqa merupakan bentuk kesadaran manusia atas keterbatasan dan ikhtiar untuk memohon pertolongan Allah Subhanahu Wa Ta'ala (SWT).
"Ini merupakan bentuk kesadaran kami sebagai manusia bahwa kami tidak memiliki kuasa. Kami mengakui dosa-dosa kami kepada Allah SWT dengan memperbanyak istighfar, kemudian memohon pertolongan-Nya melalui shalat dan doa," ujarnya dalam keterangan di Mataram, Rabu.
Adha berharap hujan segera turun di Lombok Barat agar daerah yang mengalami kekeringan bisa kembali subur dan sumber-sumber air yang mulai mengering dapat kembali mengalir.
Selain memohon hujan, imbuh dia, Shalat Istisqa tersebut juga menjadi momentum bagi pemerintah daerah dan masyarakat untuk memperbanyak istighfar, doa, serta memperkuat kebersamaan dalam menghadapi musim kemarau.
"Kami berharap hujan tersebut tidak menjadi bala, tetapi menjadi hujan yang penuh berkah dan memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat," ucap Adha.
Pemkab Lombok Barat mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan keimanan dan kepedulian bersama selama menghadapi kondisi kekeringan yang diperkuat oleh fenomena El Nino.
"Semoga hujan yang turun menjadi tanda keberkahan dari Allah SWT," ucapnya.
Sementara itu Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan NTB mulai mengalami musim hujan pada akhir November 2026.
Kepala Stasiun Klimatologi NTB Nuga Putrantijo menuturkan hanya ada dua Zona Musim (ZOM) yang masuk musim hujan pada periode tersebut, yaitu ZOM NTB 1 dan ZOM NTB 10 di Pulau Lombok dengan luas wilayah mencapai 1.352 kilometer persegi.
Baca juga: Gempa magnitudo 5,2 guncang Lombok Barat
ZOM NTB 1 meliputi seluruh Kota Mataram, sebagian Lombok Barat bagian tengah, sebagian Lombok Utara bagian selatan, dan sebagian kecil Lombok Tengah bagian tengah.
ZOM NTB 10 mencakup sebagian kecil Lombok Barat bagian utara, sebagian Lombok Tengah bagian utara, sebagian kecil Lombok Timur bagian barat, dan sebagian kecil Lombok Utara bagian selatan.
Pada pertengahan Desember 2026 BMKG memprediksi ada 10 ZOM yang memasuki awal musim penghujan di NTB. Kemudian, sebanyak 15 zona musim diperkirakan memasuki musim penghujan pada akhir Desember 2026.
Pewarta : Sugiharto Purnama
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026