pickleballvnz.com

Pemkab Lampung Selatan perkuat mitigasi bencana melalui cek sarana evakuasi

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel), Provinsi Lampung, memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana di kawasan pesisir dengan mengecek sarana dan prasarana evakuasi ANTARA News lampung 40 ...

Pemkab Lampung Selatan perkuat mitigasi bencana melalui cek sarana evakuasi

Rabu, 9 September 2026 05:16 WIB

Image Print

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lampung Selatan Maturidi bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Perhubungan, Dinas Sosial, TNI-Polri, serta Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) melakukan pengecekan tower sirene peringatan dini tsunami, jalur evakuasi, titik kumpul, Selasa (8/9/2026). ANTARA/HO-Dinas Kominfo Lampung Selatan

Lampung Selatan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel), Provinsi Lampung, memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana di kawasan pesisir dengan mengecek sarana dan prasarana evakuasi serta sistem peringatan dini tsunami berfungsi dengan baik.

"Upaya tersebut dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Selatan bersama sejumlah pemangku kepentingan melalui pengecekan langsung tower sirene peringatan dini tsunami, jalur evakuasi, titik kumpul, dan lokasi pengungsian masyarakat di wilayah rawan bencana, Selasa (8/9).

Pengecekan dilakukan di Kecamatan Kalianda dan Rajabasa dengan melibatkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Perhubungan, Dinas Sosial, TNI-Polri, serta Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB).

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lampung Selatan Maturidi di Kalianda, Selasa, mengatakan pemeriksaan tersebut bertujuan memastikan seluruh perangkat pendukung evakuasi siap digunakan apabila sewaktu-waktu terjadi keadaan darurat.

“Untuk di Kelurahan Kalianda, Kecamatan Kalianda semua unsur terpenuhi. Destana ada, jalur evakuasinya ada, titik kumpulnya ada, tempat pengungsiannya ada, tower tsunami ada dan berfungsi dengan baik,” ujar Maturidi.

Menurut dia, pengecekan juga dilakukan di Kecamatan Rajabasa, meliputi Desa Banding, Desa Sukaraja, dan Desa Way Muli Induk.

Hasil pemeriksaan menunjukkan Desa Banding dan Desa Way Muli Induk telah memiliki komponen kesiapsiagaan yang diperlukan, mulai dari kepengurusan Desa Tangguh Bencana (Destana), jalur evakuasi, titik kumpul, lokasi pengungsian, hingga tower peringatan dini tsunami.

“Tower peringatan dini tsunami yang ada di dua desa tersebut juga berfungsi dengan baik,” katanya.

Sementara itu, pemeriksaan di Desa Sukaraja menemukan kendala pada sistem tower peringatan dini tsunami yang perlu segera ditindaklanjuti.

“Dari empat lokasi yang menjadi titik pengecekan hari ini, hanya di Sukaraja yang sedikit bermasalah. Tower-nya memang ada permasalahan. Jika dipantau dari kantor, alat ini berfungsi, tetapi di lokasi tidak berfungsi. Ini segera kita laporkan ke pusat,” ujarnya.

Dia mengatakan temuan tersebut menjadi bagian penting dari pengecekan berkala karena kondisi perangkat yang terpantau dari pusat perlu dipastikan kembali melalui pemeriksaan langsung di lapangan.

“Jadi memang harus dicek secara berkala, supaya kita mengetahui kondisi sebenarnya di lapangan dan apabila ada kendala bisa segera ditindaklanjuti,” kata dia.

Dia menegaskan keberadaan sistem peringatan dini, jalur evakuasi yang jelas, titik kumpul yang mudah dijangkau, lokasi pengungsian, serta kesiapan masyarakat merupakan bagian penting dalam upaya mengurangi risiko korban ketika bencana terjadi.

Melalui pengecekan dan pemeliharaan secara berkala, Pemkab Lampung Selatan terus memperkuat sistem mitigasi bencana, khususnya di wilayah pesisir yang memiliki potensi ancaman tsunami dan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Upaya tersebut diharapkan tidak hanya memastikan sarana evakuasi dapat berfungsi ketika terjadi keadaan darurat, tetapi juga meningkatkan kesiapan masyarakat agar mampu merespons bencana secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.